Perhatian! Morgan Stanley Bakal Tutup Bisnis Broker di RI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 May 2021 16:52
Morgan Stanley

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank investasi asal AS, Morgan Stanley dikabarkan akan meninggalkan bisnis pasar ekuitasnya atau perdagangan saham (broker) di Indonesia.

Namun demikian bisnis akan tetap dijalankan dengan menggandeng mitra sekuritas lokal yang memenuhi persyaratan untuk tetap memberikan fasilitas kepada nasabah institusinya.

Dilansir dari Reuters, hal ini disampaikan langsung oleh pihak Morgan Stanley. Dinyatakan bahwa perusahaan ini akan meninggalkan bisnis perdagangan ekuitas institusional dalam negeri di Indonesia.


"[Morgan Stanley] bermaksud untuk menghentikan aktivitas pialang [broker] dalam negeri di Indonesia. Perusahaan tetap berkomitmen untuk Indonesia dan akan terus memberikan klien global kami akses ke pasar ekuitas bekerja dengan mitra pialang lokal yang memenuhi syarat," tulis pernyataan tersebut, dikutip Kamis (27/5/2021).

Sumber Reuters dari Morgan Stanley yang mengetahui keputusan tersebut menyebutkan cabutnya institusi ini dari Indonesia akan berdampak pada hilangnya 10 pekerjaan bisnisnya.

Sementara itu, CNBC Indonesia mengkonfirmasi mengenai kabar akan hengkangnya salah satu Anggota Bursa (AB) kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, bursa menyebutkan bahwa informasi ini masih harus menunggu pengumuman resmi.

"Nanti tunggu pengumuman resmi ya," kata Laksono Widodo, Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI, Selasa (27/5/2021) pekan ini.

Di Indonesia, broker saham asing ini memiliki kode MS atas nama Morgan Stanley Sekuritas Indonesia. Perusahaan tersebut saat ini dipimpin oleh Michael Mawikere.

Sahamnya dipegang oleh Morgan Stanley Asia (Singapore) Pte. sebesar 99% dan PT Morgan Stanley Indonesia sebesar 1%.

Hengkangnya bisnis broker sekuritas asing asal Amerika Serikat ini dari Indonesia menyusul cabutnya Merrill Lynch, Deutsche dan Nomura pada 2019.

Sementara itu, CNBC Indonesia sudah menghubungi pihak Morgan Stanley Indonesia soal kabar ini tetapi masih menunggu pernyataan resmi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading