Analisis

Beda Nasib Blue Bird-MPPA-Bank Jago, Semuanya Koleksi GoTo!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
24 May 2021 06:51
Gojek dan Tokopedia Bentuk GoTo (Dok. GoTo) Foto: Detikcom

Kondisi saham Blue Bird berbeda dengan saham ARTO dan MPPA yang memang banjir sentimen, setidaknya sejak Gojek resmi mengambil porsi saham perusahaan.

Sejak perusahaan resmi mengumumkan masuknya Gojek pada 18 Desember 2020, saham ARTO sudah melesat 158,33% ke level Rp 10.075/saham.

Kabar masuknya Gojek ke saham ARTO sendiri sudah diantisipasi pasar beberapa hari sebelumnya, yakni pada 14 Desember 2020 ketika Gojek masuk ke saham Bank Jago melalui pasar negosiasi. Kala itu belum diketahui apakah transaksi tersebut akan dilakukan oleh Gojek atau GoPay.

Namun, masih berdasarkan rumor yang beredar di kalangan pelaku pasar modal pada tanggal tersebut, Gojek atau GoPay akan masuk ke bank eks Bank Artos Indonesia ini dengan kepemilikan di atas 20%.

Selain sentimen tersebut, sentimen terkait aksi Gojek lainnya yang ikut mendongkrak harga saham ARTO adalah merger Gojek-Tokopedia yang sudah tercium pasar pada awal tahun ini.

Pada pagi hari di tanggal 5 Januari 2021, pasar dikabarkan dengan rencana merger Gojek danTokopedia, menjelang IPO yang direncanakan dari entitas gabungan ini.

Sejurus dengan itu, investor merespons dengan memborong saham ARTO hingga melesat 4,95% ke Rp 4.450/saham. Tidak hanya itu, melonjaknya harga saham ARTO secara gila-gilaan sejak awal tahun ini juga didorong sentimen narasi bank digital dan pemenuhan modal inti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sekitar Februari sampai pertengahan Maret tahun ini, saham ARTO bersama saham bank mini lainnya (bank dengan modal inti Rp 1-5 triliun) berhasil melonjak secara luar biasa, walaupun kemudian 'dibanting' habis-habisan.

Kenaikan saham bank mini akhir-akhir ini didorong oleh sentimen narasi bank digital, yang dinilai bakal memiliki prospek cerah di masah depan. Bank Jago beserta sejumlah bank bermodal 'cekak' lainnya dikabarkan ingin bertransformasi menjadi bank digital.

Selain soal narasi bank digital, sentimen pendorong lainnya ialah aturan pemenuhan modal inti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No 12/2020.

Peraturan tersebut mengharuskan bank untuk memiliki modal inti minimum bank umum sebesar Rp 1 triliun tahun 2020, Rp 2 triliun pada 2021 dan minimal Rp 3 triliun tahun 2022. Dengan aturan tersebut, bank-bank dengan modal mini harus mencari investor strategis untuk menyuntikkan modal.

Sentimen terbaru untuk saham ARTO ialah terkait resminya sinergi antara Gojek dan Tokopedia di bawah nama perusahaan holding GoTo pada Senin (17/5). Di hari peresmian GoTo, saham ARTO naik 1,90% ke Rp 10.075/saham, kendati sepanjang 3 hari setelahnya saham ini malah terus terpelanting.

Sinergi Gojek-Tokopedia bisa menjadi katalis positif bagi prospek bisnis Bank Jago. JP Morgan dalam risetnya, Senin (17/5), menjelaskan, Bank Jago dapat memperluas jangkauan ekosistem bank digital ke Tokopedia pascamerger GoTo.

Adapun, ketimbang kedua saham di atas yang sudah lebih duluan, Gojek masuk ke saham MPPA secara tidak langsung, yakni melalui anak perusahaannya PT Pradipa Darpa Bangsa, pada 26 April 2021 dengan menggenggam 4,76% saham perseroan.

Namun, pihak Multipolar, selaku induk usaha, baru mengungkapkan identitas Gojek sebagai induk Pradipa pada 11 Mei 2021.

Sebelum pernyataan resmi dari Multipolar dirilis, informasi soal masuknya Gojek ke MPPA sendiri sudah beredar di kalangan pelaku pasar pada 22 April 2021. Pada tanggal tersebut, saham MPPA sempat menyentuh batas auto rejection atas (ARA) setelah naik hampir 25% dalam sehari ke level Rp 860 per saham.

Imbas dari kenaikan yang signifikan tersebut, pihak bursa akhirnya menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham MPPA mulai sesi I perdagangan 23 April lalu.

Sebelumnya, pada 29 Januari 2021, saham MPPA juga melonjak tinggi 34,88% ke Rp 116/saham seiring kabar masuknya Grup TemasekSingapura keperusahaan.

Sekadar informasi, pada 28 Januari, Anderson InvestmentsPte. Ltd (Anderson), entitas yang secara tidak langsung dimiliki sepenuhnya olehTemasekHoldings (Private) Limited asal Singapura, resmi memegang 19% sahamMPPA.

Tidak hanya sentimen dari masuknya Gojek dan Grup Temasek, momentum puasa dan lebaran sepanjang bulan dan ini juga ikut mendorong kenaikan harga saham MPPA.

NEXT: Fundamental BIRD-MPPA-ARTO

Soal Kinerja Fundamental BIRD, ARTO dan MPPA
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading