Thank God It's Friday! Yuk Cek 7 Kabar Pasar Sebelum Trading

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 May 2021 08:45
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) terus berikhtiar untuk membukukan kinerja yang positif. Pada triwulan pertama tahun 2021 ini, PT KPI sukses mencatatkan kinerja operasi yang jauh melampaui target RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan).

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham domestik terapresiasi pada perdagangan Kamis kemarin (20/5/2021) meski masih dibayangi tekanan jual pelaku pasar asing.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,64% ke level 5.797,59 poin dengan nilai transaksi Rp 10,47 triliun dan aksi jual pelaku pasar asing Rp 17,65 triliun.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai transaksi pada perdagangan menjelang akhir pekan ini, Jumat (21/5/2021):


1.Pertamina Rampingkan Anak Usaha dari 127 Jadi 12

Perusahaan energi pelat merah PT Pertamina (Persero) sudah merampingkan 127 anak usaha menjadi hanya 12 perusahaan saja sejak 10 bulan terakhir. Hal ini sejalan dengan restrukturisasi dan pembentukan Pertamina menjadi holding energi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, saat ini Pertamina hanya memiliki 12 anak usaha yang bisnisnya terintegrasi dari hulu hingga hilir. Anak usaha ini dibagi dalam kelompok subholding yang ditujukan untuk memfokuskan bisnisnya di lini masing-masing.

"Juni 2020 membentuk lima subholding lainnya, sehingga di bawah Pertamina ada enam subholding. Jadi, tadinya 127 anak perusahaan, sekarang dengan struktur baru ada 12. Jadi dari sini terjadi stream lining, sehingga kita pun lebih mudah dalam melakukan pengelolaan dan menyusun rencana strategis untuk seluruh bisnis Pertamina grup," jelas Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (20/5/2021).

2.Anak Grup Indomobil Mau Rights Issue

Perusahaan bergerak dalam bidang impor dan ekspor kendaraan Grup Indomobil, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Akan tetapi total saham baru dan nilai nominal setiap saham masih belum ditentukan oleh perseroan.

Dalam keterangan resminya melalaui BEI, perseroan berencana untuk mengajukan pernyataan pendaftaran segera setelah diperolehnya persetujuan dari RUPS yang akan diselenggarakan oleh perseroan pada 28 Juni 2021.

3.Chandra Asri Buyback Obligasi, Rogok Kocek hampir Rp 1 T

Emiten petrokimia milik taipan Prajogo Pangestu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah melakukan penyelesaian awal pembelian kembali (buyback) surat utang perusahaan maksimal US$ 75 juta atau setara Rp 1,08 triliun (kurs 14.500) pada tanggal 19 Mei 2021.

Nilai penawaran awal buyback ini mencapai 25% dari jumlah pokok terutang senilai US$ 300 juta tahu setara Rp 4,4 triliun. Surat utang tersebut memiliki kupon 4,95% yang akan jatuh tempo pada tahun 2024 mendatang.

Berdasarkan keterangan resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Chandra Asri menyatakan setelah penawaran awal ini selesai, perseroan telah berhasil membeli pokok surat utang sebesar US$ 32.550.000 dengan total jumlah penyelesaian awal atas penawaran tender tersebut adalah sebesar 33.404.844, sehingga total pembelian (pokok dan bunga) mencapai US$ 65,95 juta atau setara Rp 956 miliar.

NEXT: Kabar Emiten Hary Tanoe dan ADHI

Emiten Hary Tanoe dan Gugatan PKPU OCBC
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading