Tenggat Akhir Mei, Jiwasraya Kebut Restrukturisasi Polis

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 May 2021 16:44
Puluhan nasabah Jiwasraya yang tergabung dalam Forum Korban Jiwasraya melakukan aksi damai di Kantor Pusat Jiwasraya, Jakarta, Jumat, 11/9. Aksi tersebut dilakukan karena tidak adanya kejelasan mengenai pencairan dana bagi para nasabah korban Jiwasraya Saving Planyang sudah lewat jatuh tempo selama 2 tahun. Sebelumnya, Jiwasraya mengklaim membayarkan tunggakan kepada sebagian nasabah senilai Rp470 miliar pada akhir Maret lalu. Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan pembayaran utang klaim diberikan kepada 15 ribu nasabah pemegang polis tradisional. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat penambahan jumlah pemegang polis yang bersedia direstrukturisasi polisnya. Jumlah nasabah yang paling besar porsinya bersedia direstrukturisasi adalah kategori Bancassurance yang mencapai 95% atau 16.567 polis.

Koordinator Juru Bicara Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya, R. Mahelan Prabantarikso mengatakan jumlah tersebut berdasarkan penghitungan hingga periode Selasa (18/5/2021).

Untuk pemegang polis Korporasi yang telah mengikuti program ini mencapai angka 91,7% atau 1.948 polis. Sementara untuk pemegang polis kategori Ritel, angkanya sudah mencapai 81,6% atau 142.844 polis.


"Untuk itu sebagai aktualisasi demi menyelamatkan manfaat polis yang dimiliki seluruh peserta asuransi Jiwasraya, kami sedang berupaya semaksimal mungkin melakukan pemanggilan ulang. Kami juga mengimbau untuk pemegang polis yang belum mengikuti, bisa segera mengikuti program," kata Mahelan dalam pertemuan media, di Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Perlu diketahui, batas waktu program restrukturisasi ini akan jatuh pada 31 Mei 2021 mendatang. Untuk itu Tim Percepatan Restrukturisasi tengah berupaya melakukan pemanggilan ulang atau outbound call terhadap pemegang polis yang belum merespon penawaran program.

Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya untuk Solusi Jangka Menengah, Fabiola N. Sondakh menyebutkan kendala yang terjadi adalah banyaknya pemegang polis yang tak bisa dihubungi karena nomor telepon dan alamat korespondensinya telah mengalami perubahan sehingga surat penawaran yang dikirimkan akhirnya kembali ke Jiwasraya.

Untuk itu Jiwasraya telah mempercepat usaha ini dengan mengerahkan lebih dari pegawai dan agen di seluruh Indonesia.

"Selain outbound call, kami juga telah mengerahkan lebih dari 1.000 pegawai dan agen yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Harapannya, program penyelamatan polis ini bisa diikuti oleh seluruh pemegang polis sebagai bentuk komitmen pemerintah dan manajemen baru Jiwasraya," kata dia.

"Jadi selain jemput bola, kami juga sudah menyiapkan call center yang bisa digunakan pemegang polis untuk bisa mendaftarkan diri di program restrukturisasi. Semoga upaya dan kerja keras ini dimaknai sebagai komitmen kami dalam memberi layanan dan solusi terbaik untuk bisa menyelamatkan manfaat polis Jiwasraya," tandasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading