Kacau! Anjlok Lagi, Laba ADHI Kuartal I-2021 hanya Rp 6,7 M

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 May 2021 16:35
gedung adhi

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi BUMN, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan penurunan laba bersih menjadi sebesar Rp 6,74 miliar pada periode kuartal pertama tahun ini. Laba bersih tersebut turun hampir 27% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 9,14 miliar.

Penurunan laba bersih ini imbas dari anjloknya pendapatan perseroan pada 3 bulan pertama tahun ini sebesar 31% menjadi Rp 2,11 triliun dari sebelumnya Rp 3,06 triliun.

Rinciannya, pendapatan jasa konstruksi turun menjadi Rp 1,73 triliun dari sebelumnya Rp 2,48 triliun. Selanjutnya, pendapatan dari usaha EPC (Engineering, Procurement, and Construction) sebesar Rp 33,53 miliar turun dari tahun lalu Rp 93,41 miliar.


Selanjutnya, pendapatan dari properti/real estate sebesar Rp 189 miliar, turun dari tahun lalu Rp 322,06 miliar. Sedangkan, pendapatan investasi infrastruktur turun tipis menjadi Rp 160,67 miliar dari sebelumnya Rp 164,83 miliar.

Beban pokok ADHI juga turun menjadi Rp 1,79 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,64 triliun. Dengan demikian, laba bruto perseroan menjadi sebesar Rp 325,52 miliar dari tahun sebelumnya Rp 417,33 miliar. Sedangkan, beban penjualan turun menjadi Rp 3,95 triliun dari sebelumnya Rp 6,82 triliun.

Sampai dengan 31 Maret 2021, total aset ADHI mencapai Rp 37,54 triliun dari posisi Desember 2020 sebesar Rp 38,09 triliun. Aset tersebut terdiri dari liabilitas Rp 31,96 triliun dan ekuitas Rp 5,58 triliun.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (4/5), saham ADHI ditutup naik 1,74% ke level Rp 1.170 per saham. Sejak awal tahun saham ADHI masih terkoreksi 23,78%.

Tahun lalu, ADHI mencetak laba bersih sebesar Rp 23,98 miliar. Besaran laba pada 2020 anjlok hingga 96% jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang mana perusahaan memperoleh keuntungan Rp 663,8 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, anjloknya laba sejalan dengan turunnya pendapatan perusahaan dari penjualan pada tahun 2020 menjadi Rp 10,8 triliun atau menyusut 29,27% secara tahunan (Year-on-year/YoY). Pendapatan perusahaan selama tahun 2019 mencapai Rp 15,3 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading