Tunggu Kepastian INA Caplok Ruas Tol, Saham WIKA Dkk Melempem

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
04 May 2021 10:08
Peresmian Penamaan Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten BUMN Karya bergerak beragam pada awal perdagangan hari ini, Selasa (4/5/2021). Sentimen teranyar yang bisa menjadi pendorong pergerakan saham-saham BUMN terkait dengan pembahasan divestasi tol BUMN Karya kepada Indonesia Investment Authority (INA) atau Sovereign Wealth Fund (SWF).

Berikut gerak saham-saham konstruksi pagi ini, pukul 09.31 WIB.

  1. PT PP (Persero) (PTPP), saham +0,83%, ke Rp 1.255, transaksi Rp 3 M


  2. Adhi Karya (Persero) (ADHI), 0,00%, ke Rp 1.150, transaksi Rp 470 juta

  3. Wijaya Karya (WIKA), 0,00%, ke Rp 1.440, transaksi Rp 1 M

  4. Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE), 0,00%, ke Rp 202, transaksi Rp 947 juta

  5. Waskita Karya (WSKT), -0,46%, ke Rp 1.080, transaksi Rp 4 M

  6. Jasa Marga (JSMR), -0,73%, ke Rp 4.070, transaksi Rp 694 juta

  7. Waskita Beton Precast (WSBP), -1,00%, ke Rp 198, transaksi Rp 756 juta

  8. Wijaya Karya Beton (WTON), -1,35%, ke Rp 292, transaksi Rp 319 juta

Berdasarkan daftar di atas, hanya 1 saham yang menguat, kemudian 3 saham stagnan dan empat saham ables.

Adapun saham PTPP menjadi yang menguat sendirian, dengan naik 0,83% ke Rp 1.255/saham. Nilai transaksi saham ini sebesar Rp 3 miliar.

Dengan ini, PTPP berhasil rebound, setelah pada Senin (3/5/2021), merosot 1,23% ke Rp 1.205/saham.

Kendati hari ini menguat, dalam sepekan saham PTPP masih ambles 8,99%.

Sementara, saham ADHI, WIKA dan WEGE masih stagnan di harga, secara berturut-turut, Rp 1.150/saham, Rp 1.440/saham, Rp 202/saham.

Adapun saham WSKT kembali ambles, yakni 0,46% ke Rp 1.080/saham. Praktis, saham WSKT sudah anjlok selama tuga hari beruntun, atau sejak Jumat (30/4) pekan lalu.

Dalam sepekan saham WSKT memerah 4,02%, sementara dalam sebulan terkoreksi 2,27%.

Saham seperti WSKT, saham WSBP dan WTON juga sudah tiga hari perdagangan terbenam di zona pelemahan.

Adapun saham JSMR, kembali merosot 0,73% ke Rp 4.070/saham, setelah kemarin (3/5/2021), juga turun 1,20%.

Saat ini, pihak SWF alias INA sedang dalam tahap pembahasan soal mekanisme pembelian ruas tol milik sejumlah BUMN Karya.

Di sisi lain, Kementerian BUMN juga sudah menerbitkan aturan baru untuk mendukung pelaksanaan pemindahan aset BUMN ke Sovereign Wealth Fund (SWF) - Indonesia Investment Authority (INA). Sehingga aset BUMN kini sudah bisa dijual kepada lembaga pengelola investasi yang baru dibentuk ini.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri BUMN No. PER-03/MBU/03/2021 yang telah diundangkan pada 29 Maret 2021. Beleid ini merupakan perubahan ketiga atas PER-02/MBU/2010 yang mengatur tentang Tata cara Penghapusbukuan dan Pemindahtanganan Aktiva Tetap BUMN.

Dari aturan itu tertulis untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan tujuan lembaga pengelola investasi, berdasarkan Undan Undang Cipta Kerja, melalui pemindahtanganan aset milik BUMN ke SWF- INA.

Dari catatan CNBC Indonesia, banyak jalan tol yang ingin didivestasikan ke LPI ini. Praktis, dengan aturan ini penjualan aset BUMN bisa lebih terjamin dan sah.

Beberapa ruas tol yang mau dijual, misalnya, di Jalan Tol Trans Sumatera milik Hutama Karya (Persero) seperti, Medan - Binjai, Bakauheni - Palembang, Pekanbaru - Dumai.

Jasa Marga (Persero) tbk akan menawarkan aset ruas tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi, Jakarta - Cikampek II Elevated (Mohammed Bin Zayed), Semarang - Batang, Gempol - Pandaan, Pandaan - Malang, Gempol Pasuruan, Balikpapan - Samarinda, Manado - Bitung, dan Bali Mandara.

Sementara Waskita Karya (Persero) Tbk akan menawarkan tol Cimanggis-Cibitung, Cibitung-Cilincing, Ciawi-Sukabumi, Depok-Antasari, Cinere-Serpong dan Kanci-Pejagan. Selanjutnya ada Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Pasuruan-Probolinggo dan Krian-Legundi-Bunder.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kena Dead Cat Bounce, Saham-Saham BUMN Karya Ambruk Lagi


(adf/adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading