Raih Kontrak Rp 6,7 T, Laba ADHI Q1 Drop, Saham Anjlok!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
12 July 2021 11:25
Foto aerial suasana Stasiun LRT, Light Rapid Transit di kawasan Cibubur, Jakarta, Rabu (12/8/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi pelat merah, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), melaporkan selama paruh pertama 2021 telah memperoleh kontrak baru dengan total nilai sebesar Rp 6,7 triliun. Jumlah ini naik 45% dibandingkan perolehan kontrak baru pada semester I-2020 sebesar Rp 4 triliun.

Laporan semester I-2021 memang belum dirilis, tetapi kinerja ADHI memang tertekan hingga akhir Maret 2021 atau kuartal I-2021.

Berdasarkan laporan keuangan publikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba ADHI susut menjadi Rp 6,74 miliar, ambles 26,66% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 9,19 miliar. ADHI belum merilis laporan keuangan per Juni 2021.


Dalam keterangan resminya, manajemen ADHI menyatakan nilai kontrak yang diperoleh merupakan gabungan dari seluruh kontrak yang ada dari berbagai lini bisnis yang dimiliki ADHI.

Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Juni 2021, meliputi lini bisnis Konstruksi sebesar 88,83%, Energi sebesar 1,71%, Properti sebesar 9,03% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Tipe pekerjaan terdiri dari proyek jalan dan jembatan sebesar 44,41%, proyek gedung sebesar 20,98% dan proyek infrastruktur lainnya sebesar 34,61% yang mencakup pembuatan bendungan, bandara hingga jalur kereta api.

Pemerintah menyumbang 32,94% dari total keseluruhan proyek, proyek yang bersumber dari BUMN tercatat sebesar 2,05% dari sumber dana, sementara proyek dengan kepemilikan swasta/ lainnya memiliki kontribusi sebesar 65,01%.

Adapun dari sisi kinerja di 3 bulan tahun ini, laba ADHI turun menjadi Rp 6,74 miliar, anjlok 26,66% dari sebelumnya Rp 9,19 miliar.

Hal ini salah satunya diakibatkan oleh turunnya pendapatan perseroan pada 3 bulan awal tahun 2021 menjadi Rp 2,12 triliun dari semula mencapai Rp 3,07 triliun.

Kondisi ini juga terjadi sepanjang tahun 2020, yang mana ADHI hanya mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 23,98 miliar. Laba tersebut turun drastis 96% dari laba yang diperoleh BUMN Karya ini pada tahun 2019 sebesar Rp 663,8 miliar

Saat ini ADHI masih mengejakan beberapa proyek strategis nasional seperti pembangunan prasarana kereta cepat ringan/ light rail transit Jabodebek yang progresnya telah mencapai 85,75% per 2 Juli 2021 serta pembangunan jalan tol trans sumatera ruas Sigli-Banda Aceh dengan penyelesaian mencapai 72,8% hingga 30 Juni 2021.

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/7) di pasar modal, saham ADHI naik 2,14% ke level Rp 715/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 2,55 triliun.

Dalam seminggu saham ini turun 7,74%, selama sebulan telah melemah 28,86%.

Data BEI mencatat, pada perdagangan Senin pagi ini (12/7), saham ADHI bergerak stagnan di Rp 715/saham, dengan koreksi year to date mencapai minus 53%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Laba ADHI Anjlok 96% Jadi Rp 24 M di 2020, Ini Pemicunya!


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading