Goks! Perusahaan Tommy Soeharto Siap Borong 6 Kapal Rp 1,3 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
28 April 2021 06:10
Goro Mart

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan angkutan laut milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) memang baru menjual kapal senilai Rp 38,35 miliar, tapi bakal jor-joran lagi belanja kapal baru.

Manajemen Humpuss mengungkapkan perseroan akan menambah kapal tahun ini setidaknya sebanyak enam kapal dengan nilai investasi mencapai US$ 88 juta atau setara dengan Rp 1,28 triliun (kurs Rp 14.500/US$).

Hal itu terungkap berdasarkan paparan publik Humpuss per Desember 2020 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Komisaris Utama Humpuss Theo Lekatompessy saat itu mengatakan strategi agresif perusahaan dalam berbelanja kapal tahun ini tetap dilanjutkan guna ekspansi bisnis perusahaan yang sempat tertunda pada 2020.

"Strategi tahun ini hampir sama dengan strategi di tahun 2020. Sifatnya lebih banyak konservatif. Kami bergeser dari vessel carrier gas, menjadi infrastruktur bisnis di bidang gas," katanya dalam dokumen paparan tersebut, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (28/4/2021),

"Kapal FSRU [floating storage regasification unit, kapal pengangkut LNG] merupakan harapan bisnis di tahun ini, diharapkan sekitar 25-30 persen pendapatan dari FSRU pada tahun ini."

Budi Haryono, Direktur Utama Humpuss, menjelaskan kapal yang akan ditambah tahun ini yakni ada enam yakni FSRU 1 unit berkapasitas 15.000 metrik ton, dan Harbor Tug 2 unit untuk proyek kontrak dengan Pelindo dan proyek di Amurang.

Kemudian kapal Oil Tanker 1 unit dengan bobot 90.000-110.000 metrik ton DWT, lalu LPG Tanker 1 unit dengan kapasitas 22.000 metrik ton, dan Chemical Tanker 1 unit dengan kapasitas 4.000-6.000 meter kubik untuk mengangkut metanol.

"Total investasi sejumlah enam kapal senilai US$ 88 juta," kata Budi.

Sebagai perbandingan tahun lalu, belanja modal (capital expenditure/capex) yang disiapkan senilai US$ 65,5 juta atau setara Rp 950 miliar tidak terealisasi pada 2020 karena sejak Maret ada pandemi Covid-19.

"Semua rencana bisnis mengalami perubahan, komunikasi dengan partner, lender di luar negeri terganggu sehingga tidak bisa berjalan dengan baik, ini jadi kendala. Kami mengubah pengeluaran capex jadi sewa."

Baru-baru ini Humpuss menjual kapal milik perusahaan senilai Rp 38,35 miliar. Penjualan itu dilakukan oleh anak usahanya yakni PT Hutama Trans Kencana (Matrans) berupa 1 unit kapal yakni Ghina Energy.

Pembelinya yakni PT Samudra Marine Indonesia, bukan merupakan afiliasi dari perusahaan. Situs resminya mencatat, Samudra Marine adalah galangan kapal yang berlokasi strategis di Bojonegara, Serang, sekitar 80 km Barat Jakarta.

"Tidak ada dampak langsung terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Penjualan karena usai kapal dan untuk tetap menjaga kapal yang dioperasikan sesuai standard keselamatan," kata Budi Haryono, dalam keterbukaan informasi di BEI, (25/4/2021).

Pada November tahun lalu, HITS juga menjual tiga unit kapal yang dimiliki oleh anak usahanya yakni PT Humpuss Transportasi Curah (HTC). Nilai total penjualan ketiga kapal tersebut mencapai Rp 18 miliar.

Saat itu Budi Hartono mengatakan penjualan kapal itu merupakan salah satu bentuk revitalisasi armada kapal yang dimiliki oleh perusahaan. Adapun jenis ketiga kapal tersebut adalah TB Semar 9, Box 22, dan Box 15.

Rinciannya, Kapal TB Semar 9 dan Box 22 senilai Rp 14,8 miliar dan kapal Box 15 dengan harga Rp 3,3 miliar. Sementara pembeli dari kapal-kapal tersebut adalah PT Singa Laut Perkasa dan PT Trans Makmur Bersama. Kedua perusahaan pembeli kapal itu disebut bukan afiliasi dari perseroan.

Humpuss Intermoda Transportasi atau HITS merupakan perusahaan milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra mendiang Presiden Soeharto. Tommy tercatat memiliki sekitar 738.692.651 lembar saham atau 10,80% saham di Humpuss Intermoda Transportasi per 30 September 2020.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading