Saham Emiten Tommy Soeharto Tiba-tiba Bangkit, Apa Pemicunya?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
28 July 2021 14:41
Goro Mart

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham perusahaan angkutan laut milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), tiba-tiba melesat ke zona hijau pada perdagangan sesi II, Rabu (28/7/2021), setelah pada sesi I bergerak di zona merah.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham HITS melesat 11,56% ke Rp 386/saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 2,63 triliun. Akan tetapi nilai transaksi saham ini sangat kecil, yakni sebesar Rp 1,06 juta dengan volume perdagangan hanya sebesar 3.000 saham.

Nilai transaksi saham HITS memang cenderung sepi, di kisaran ratusan ribu hingga puluhan juta. Dalam sebulan terakhir, nilai transaksi terbesar saham ini tercatat sebesar Rp 35,38 juta, yakni pada 29 Juni lalu. Adapun, nilai transaksi terendah dalam 30 hari terakhir sebesar Rp 220 ribu pada 13 Juli dengan volume perdagangan 600 saham.


Sementara, broker yang menjadi pembeli bersih adalah Ekuator Swarna Sekuritas dengan kode MK, yakni sebesar Rp 698 ribu dengan volume 20 lot (2.000 saham). Sementara, broker yang menjadi penjual bersih terbanyak saham HITS adalah Ajaib Sekuritas Asia (XC) dengan nilai Rp 547 ribu.

Dengan ini, dalam sepekan saham HITS naik 11,76%, sementara dalam sebulan minus 1,04% serta secara year to date (ytd) ambles 21,81%.

Kabar terbaru, anak usaha Humpuss yang bergerak di bidang distribusi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), PT GTS Internasional (GTSI) berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal ini disampaikan oleh perusahaan dalam publikasi di media cetak, hari ini Rabu (28/7/2021).

"Saat ini GTS Internasional sedang mempersiapkan diri menjadi perusahaan terbuka," tulis manajemen, dikutip CNBC Indonesia, Rabu ini.

Hanya saja belum terungkap rencana detail perusahaan untuk tercatat di BEI, termasuk periode waktu, laporan keuangan yang dipakai, dan besaran saham yang akan dilepas.

CNBC Indonesia sudah menghubungi Presiden Direktur GTSI Kemal Imam Santoso, tapi dirinya belum bisa memberikan informasi struktur IPO. "Tunggu saja pekan depan bookbuilding [mulai penawaran awal pembentukan harga]," katanya dihubungi Rabu ini.

Mengutip laman resmi perusahaan, GTSI didirikan pada 1986 dan merupakan anak usaha dari PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS). Perusahaan bergerak di lini bisnis kapal pemasok LNG dan layanan terkait.

Saat ini perusahaan mengklaim mengoperasikan empat dari lima unit regasifikasi penyimpanan terapung atau floating storage regasification unit (FSRU) yang beroperasi di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan HITS yang berakhir pada 31 Desember 2020 lalu, saham GTSI sebesar 99% dimiliki oleh Humpuss.

Perusahaan ini memiliki nilai aset senilai US$52,44 juta atau setara dengan Rp 760,38 miliar (asumsi kurs Rp 14.500/US$) pada akhir periode tersebut. Nilai ini naik dari periode yang sama yang senilai US$ 47,53 juta.

Sebagai informasi, berdasarkan publikasi daftar pemegang saham lebih dari 5% yang dipublikasikan Humpuss sampai dengan 31 Maret 2021, Tommy tercatat memiliki sebanyak 738,692,651 atau 10.40 % saham HITS.

Tommy juga tercatat sebagai Komisaris Utama di PT Humpus, pemegang saham terbesar Humpuss Intermoda dengan kepemilikan 45,52% atau sebanyak 3,232,699,113 saham.

Pada April lalu, Humpuss berencana akan membeli sebanyak 6 unit kapal baru senilai US$ 88 juta atau Rp 1,28 triliun (kurs Rp 14.500/US$). Hal itu terungkap berdasarkan paparan publik Humpuss per Desember 2020 yang dipublikasikan di BEI.

Asal tahu saja, HITS adalah perusahaan yang bergerak di sektor energi dengan sub sektor oil, gas dan coal. Perseroan mencatatkan saham perdana di Bursa pada 15 Desember 1997 silam dengan harga IPO senilai Rp 675 per saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Borong 6 Kapal, Siapa Pemilik Humpuss selain Tommy Soeharto?


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading