Emiten Tommy Soeharto Siap Belanja 6 Kapal, Rogoh Rp 1,2 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 December 2020 14:56
Tommy Soeharto (Foto: Rengga Sancaya)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten jasa angkutan laut milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) bakal mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 88 juta atau setara Rp 1,24 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.100 per US$.

Direktur Utama HITS, Budi Haryono menjelaskan, total investasi tersebut untuk pengadaan sebanyak 6 kapal baru. Masing-masing satu unit untuk FSRUĀ (Floating Storage Regasification Unit), oil tanker, chemical tanker, LPG tanker, dan harbour tug.

"Untuk capex 2021, kita proyeksikan ada penambahan 6 kapal sebesar US$ 88 juta," kata Budi, dalam paparan publik secara virtual, Senin (21/12/2020).


Mengenai rencana investasi tersebut, perseroan, kata Budi, akan lebih dulu melakukan stabilisasi dari sisi arus kas perusahaan dan menyelesaikan kewajiban kepada perbankan.

Direktur Utama HITS, Budi Haryono/Syahrizal Sidik/CNBC IndonesiaFoto: Direktur Utama HITS, Budi Haryono/Syahrizal Sidik/CNBC Indonesia
Direktur Utama HITS, Budi Haryono/Syahrizal Sidik/CNBC Indonesia

"Kalau bisa pulih, bank sudah memberikan peluang HITS Untuk tumbuh, maka proyek-proyek baru bisa dibiayai bank," tuturnya.

Jumlah itu mengalami kenaikan dari alokasi belanja modal tahun ini sebesar US$ 65 juta dengan penambahan 3 kapal baru. Namun, belanja modal tersebut belum terealisasi karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020.

"Semua rencana bisnis mengalami perubahan, komunikasi dengan partner, lender di luar terganggu sehingga tidak bisa berjalan dengan baik, ini jadi kendala. Kita mengubah pengeluaran capex jadi sewa," tutur Budi melanjutkan.

Budi mengakui, kinerja keuangan perseroan di tahun ini masih mengalami tekanan imbas dari demand yang mengalami penurunan dan efek dari pandemi Covid-19.

Hal ini terlihat dari laporan keuangan perseroan sampai dengan September 2020 yang mencatatkan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 7,08 juta dari sebelumnya US$ 8,58 juta.

Penurunan ini juga sejalan dengan terkoreksinya pendapatan usaha perseroan menjadi US$ 63,71 juta dari tahun lalu US$ 64,03 juta. Salah satu penyebabnya utilitas kapal yang mengalami penurunan cukup besar.

"2020 turun cukup besar, utilisasi di bawah 90%, cukup signifikan. Utilisasi harus mencapai 95%. Ini menjadi tugas manajemen bersama untuk bisa meningkatkan kembali utilitas walau demand turun," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading