Megaskandal Asabri

2 Hari, Kejagung Cecar 19 Saksi Megaskandal Asabri Rp 23 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 April 2021 16:30
Kantor Pelayanan ASABRI (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa empat orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT Asabri (Persero) pada Jumat ini (16/4/2021).

Pemeriksaan ini melanjutkan reli pemeriksaan pada hari sebelumnya, Kamis (15/4) yakni sebanyak 15 saksi sehingga dalam 2 hari terakhir pemeriksaan melibatkan 19 orang saksi.

Adapun saksi yang diperiksa pada Jumat ini antara lain:


1. SH selaku Nominee;

2. MM selaku Karyawan Swasta;

3. ACA selaku Karyawan PT. Henan Putihrai Aset Manajemen;

4. OAD selaku Direktur PT. Indodax Nasional Indonesia.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada Asabri," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangan resmi, Jumat (16/4/2021).

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan. (K.3.3).

Kamis sebelumnya, ada 15 saksi yang diperiksa yakni:

1. RA selaku Ex Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;

2. AAN selaku Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;

3. TJ selaku Wapreskom PT. Grahamas Citrawisata;

4. SA selaku Direktur PT. Indodax Nasional Indonesia;

5. GI selaku Marketing pada PT. Ciptadana Sekuritas Asia;

6. SWW selaku Executive Vice President Investment Banking PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;

7. SD selaku Direktur Investment Banking PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;

8. AHM selaku Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;

9. DT selaku adik Tersangka BTS;

10. UA selaku Sales PT. Yuanta Sekuritas Indonesia;

11.FP selaku Nominee;

12. HW selaku Pegawai PT. Asabri (Persero);

13. IS selaku Pegawai PT. Asabri (Persero);

14. NS selaku Direktur Operasional PT M

15. PDH selaku Direktur Utama PT. Gunung Bara Utama.

Sebagai informasi saja, kerugian negara sementara dari kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi periode 2012-2019 di Asabri masih menjadi yang terbesar di Indonesia yakni mencapai Rp 23,74 triliun menurut pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sudah ada sembilan nama sebagai tersangka di kasus ini, antara lain Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri (ARD) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2011-2016, Letjen Purn Sonny Widjaja (SW) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2016-2020, dan Bachtiar Effendi (BE) sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Asabri periode 2012-2015.

Lainnya yakni Hari Setianto (HS), Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013-2019.

Selanjutnya, Ilham W Siregar (IWS), Kepala Divisi Investasi Asabri periode 2012-2017, Lukman Purnomosidi (LP), Presiden Direktur PT Prima Jaringan & Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), Heru Hidayat (HH) Presiden PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Benny Tjokrosaputro (BT) atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) dan Jimmy Sutopo (JS), Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship.

Nama Benny Tjokro dan Heru Hidayat sebelumnya juga ditetapkan sebagai terdakwa kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan mendapat hukuman pidana maksimal, yakni penjara seumur hidup dan kewajiban mengembalikan kerugian kepada negara.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading