Sentimen Baterai Listrik Menguap, Saham ANTM-INCO Cs Mixed

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
15 April 2021 10:03
A worker uses the tapping process to separate nickel ore from other elements at a nickel processing plant in Sorowako, South Sulawesi Province, Indonesia March 1, 2012. REUTERS/Yusuf Ahmad

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham emiten pertambangan nikel kembali bergeliat pada perdagangan sesi I Kamis (15/4/2021) pagi hari ini, setelah beberapa hari sebelumnya sempat bergerak di zona merah.

Dari tujuh saham nikel, lima di antaranya berhasil menguat pada perdagangan sesi I hari ini, sedangkan dua saham nikel lainnya masih cenderung melemah. Namun selang 50 menit setelah dibuka, saham nikel bergerak beragam, di mana tiga saham menguat, satu saham stagnan, dan tiga saham melemah.

Simak pergerakan saham nikel pada awal perdagangan sesi I pukul 09:26 WIB, mengacu data BEI.


Di posisi pertama terdapat saham pertambangan nikel PT Trinitan Metals and Minerals Tbk (PURE) yang melesat 1,69% ke level Rp 120/unit pada pukul 09:26 WIB pagi hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham PURE pagi ini telah mencapai Rp 91 juta dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 752 ribu lembar saham. Tercatat investor asing membeli saham PURE sebanyak Rp 4,6 juta di pasar reguler.

Selanjutnya di posisi kedua ada salah satu saham dari trio nikel (ANTM dkk.), yakni PT Timah Tbk (TINS) yang melesat 1,64% ke posisi Rp 1.550/unit pada perdagangan sesi I hari ini.

Tercatat nilai transaksi saham TINS sudah mencapai Rp 14 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 9 juta lembar saham. Seperti saham PURE, asing juga memborong saham TINS sebanyak Rp 661 juta di pasar reguler.

Sedangkan untuk saham trio nikel lainnya yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 0,86% ke posisi Rp 2.350/unit pada perdagangan pukul 09:26 WIB. Namun pada pukul 09:46, saham ANTM malah berbalik melemah 0,43% ke Rp 2.320/unit.

Nilai transaksi saham ANTM sudah mencapai Rp 67 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 28 juta lembar saham. Asing pun juga memburu saham ANTM sebesar Rp 21 miliar di pasar reguler.

Sementara untuk saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih melemah sebesar 0,23% ke Rp 4.420/unit pada pagi hari ini.

Data menunjukkan nilai transaksi saham INCO mencapai Rp 11 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 2 juta lembar saham. Asing tercatat melepas saham INCO sebanyak Rp 5,8 miliar di pasar reguler.

Seperti saham INCO, saham nikel PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) juga masih melemah sebesar 1,44% ke Rp 1.025/unit pada perdagangan sesi I hari ini.

Adapun nilai transaksi saham NIKL mencapai Rp 62 juta dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 60 ribu lembar saham. Asing pun juga melego saham NIKL di pasar reguler sebesar Rp 1,14 juta.

Sebenarnya, emiten nikel terus dibanjiri sentimen positif. Terbaru, pada Senin pekan lalu (5/4/2021), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dikabarkan terbang ke China untuk memastikan komitmen dari perusahaan asal negara tersebut untuk bermitra dengan Indonesia Battery Corporation (IBC).

Erick mengatakan dirinya bertemu dengan dari CBL, konsorsium Tiongkok yang terdiri dari Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), Brunp, dan Lygend.

Partner dari China ini nantinya bakal ikut bermitra dengan IBC untuk menggarap proyek dengan nilai investasi total US$ 5 miliar atau sekitar Rp 72 triliun (Rp 14.400/US$.)

"Saya ingin memastikan, bahwa CBL berkomitmen untuk kerjasama ini dan segera menindaklanjuti nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya. Saya tegaskan, proyek investasi ini didukung penuh oleh pemerintah karena akan memberikan nilai tambah yang besar bagi sektor pertambangan kita," kata Erick, dalam keterangannya, dikutip Senin ini (5/4/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading