Luhut Bicara Soal Tesla Lagi, Saham Nikel To The Moon

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
25 March 2021 10:32
Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook dengan tema

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham pertambangan nikel kembali bergairah pada perdagangan sesi I Kamis (25/3/2021), setelah adanya kabar baik dari perkembangan seputar investasi Tesla dan produsen mobil listrik lainnya di Indonesia.

Saham nikel yang sebelumnya sempat lesu pada perdagangan sebelum-sebelumnya kembali bergairah pada hari ini.

Simak pergerakan saham nikel pada awal perdagangan sesi I hari ini atau pada pukul 09:30 WIB.


Pada hari ini, trio saham nikel kembali menjadi penggerak utama saham-saham nikel, di mana trio saham nikel tersebut menduduki posisi pertama hingga ketiga pada penguatan saham nikel hari ini.

Sebagai informasi, trio nikel yang dimaksud adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Timah Tbk (TINS).

Saham INCO berhasil menduduki posisi pertama dan melesat hingga 2,56% ke level Rp 4.410/unit pada pukul 09:30 WIB pagi hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi saham INCO pagi ini telah mencapai Rp 26 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 5 juta lembar saham. Tercatat investor asing membeli saham INCO sebanyak Rp 14,3 miliar di pasar reguler.

Di posisi kedua ada saham ANTM dan di posisi ketiga terdapat saham TINS. Saham ANTM melesat 2,3% ke posisi Rp 2.220/unit, sedangkan saham TINS menguat 2,16% ke Rp 1.655/unit pada perdagangan sesi I pukul 09:30 WIB hari ini.

Tercatat nilai transaksi saham ANTM sudah mencapai Rp 112 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 51 juta lembar saham. Investor asing juga memborong saham ANTM sebanyak Rp 12,7 miliar di pasar reguler.

Sedangkan nilai transaksi saham TINS mencapai Rp 53 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 32 juta lembar saham. Namun, tak seperti sahamnya yang sedang cerah, asing malah melepas saham TINS sebesar Rp 3,14 miliar di pasar reguler

Adapun penguatan yang paling minor pada pagi hari ini dibukukan oleh saham PT Harum Energy Tbk (HRUM), di mana saham HRUM menguat 1,41% ke Rp 5.050/unit pada pukul 09:30 WIB.

Nilai transaksi saham HRUM telah mencapai Rp 3 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 542 ribu lembar saham. Tercatat investor asing membeli saham HRUM sebanyak Rp 18,7 juta di pasar reguler.

Kabar baik untuk saham nikel, di mana perkembangan terkait investasi mobil listrik Tesla di Indonesia sudah di depan mata.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan kembali menyebut rencana produsen mobil listrik Tesla Inc untuk berinvestasi di Indonesia. Rencana investasi Tesla ini terkait dengan hilirisasi nikel terutama menjadi baterai.

"Hilirisasi nikel kerjasama pertambangan hingga hilir termasuk dengan Tesla kita ada progress, Saya kira gak terlalu lama kita akan dengar progress baik dengan Tesla," ujar Luhut dalam CNBC Indonesia Mining Forum dengan Tema "Prospek Industri Minerba 2021", Rabu (24/3/2021).

Selain Tesla, beberapa perusahaan internasional telah masuk ke Indonesia dalam rangka pembuatan baterai. Perusahaan tersebut antara lain LG Chem dan CATL. Sementara, beberapa perusahaan telah masuk dalam industri smelter Nikel yang menjadi bahan baku baterai.

"Trend kadar nikel pada baterai semakin tinggi, supply nikel diproyekiskan tidak akan cukup," ujar Luhut.

Luhut pertama kali mengungkapkan rencana investasi Tesla di Indonesia pada pertengahan Desember 2020 lalu. Saat itu, publik menduga rencana Tesla adalah membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.

Namun, Luhut menegaskan dirinya tidak pernah menyebut bahwa minat investasi Tesla di Indonesia terkait pembangunan pabrik mobil listrik. Lalu, apa saja pembahasannya? Di sektor mana Tesla akan berinvestasi di Indonesia?

"Yang benar begini, kita sudah NDA (Non-Disclosure Agreement) dengan mereka. Saya nggak mau mengulangi kesalahan. Kita tidak tidak pernah bicara pabrik mobil. Ada enam sebenarnya di tempat mereka itu, ada Starlink, launching pad, hypersonic, battery lithium pack, stabilizer energi, itu yang kita bicarakan," paparnya saat diwawancarai Founder and Chairman CT Corp., Chairul Tanjung, di Economic Outlook 2021 CNBC Indonesia, Kamis (25/02/2021).

Menurutnya, besarnya potensi sumber daya bijih nikel di Indonesia menjadi salah satu daya tarik Tesla maupun calon investor lainnya untuk berinvestasi di Indonesia.

"Karena apa? Indonesia itu penghasil nickel ore (bijih nikel) terbesar di dunia, jadi mereka melihat potensi dari kita," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ada Kabar Baru Soal Nikel? Saham ANTM Cs Unjuk Gigi Lagi


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading