Dipimpin Anak Retno Marsudi-Eks OVO, Siapa Bohir Bank Aladin?

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
12 April 2021 06:56
Dyota marsudi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengejutkan datang dari PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK) yang pekan lalu resmi mengubah lagi nama perusahaan menjadi PT Bank Aladin Syariah Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (7/4/2021).

Bahkan RUPSLB juga telah menyetujui untuk mengangkat empat anggota direksi dan satu presiden komisaris baru yang akan berlaku efektif setelah dinyatakan lulus fit and proper test dan telah memperoleh surat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Beberapa nama yang menjadi sorotan yakni Dyota Marsudi sebagai Presiden Direktur dan tengah menunggu fit and proper test OJK. Dyota adalah putra dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Retno menikah dengan Agus Marsudi, seorang arsitek, dan dikaruniai dua orang anak, yaitu Dyota Marsudi dan Bagas Marsudi. Dyota menggantikan posisi Presiden Direktur BANK yakni Basuki Hidayat.


Nama lain yang juga ramai disorot ialah Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa yang menjabat Presiden Komisaris (Independen) menggantikan Ationo Teguh Basuki yang menjadi komisaris. Alvin sebelumnya menjabat President Director PT Mandiri Manajemen Investasi (November 2017-Maret 2021).

Kemudian mata publik juga dikagetkan dengan bergabungnya tiga eks petinggi OVO (PT Visionet Internasional) layanan transaksi digital yang didirikan Grup Lippo, ke Bank Aladin ini.

Mereka adalah Firdila Sari sebagai Direktur Digital Banking, Willy Hambali sebagai Direktur Keuangan dan Strategi, dan Budi Kusmiantoro sebagai Direktur Teknologi Informasi. Seluruhnya masih menunggu hasil fit and proper test OJK.

"Kami melihat Aladin sebagai brand yang memenuhi kriteria ramah di telinga publik, mudah diingat, memiliki asosiasi yang positif namun tidak eksklusif bagi kalangan tertentu saja," kata Dyota, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah yang baru, dalam keterangannya, dikutip Senin (12/4/2021).

"Jika dilihat suku katanya, Aladin memiliki arti yang mendalam. Ala berarti dengan atau di atas. Sedangkan Din berarti way of life atau faith", ujar Dyota

Dyota yang mantan Senior Executive Director of Investments di Vertex Ventures, Singapura, itu mengatakan, Aladin diharapkan dapat menjadi representasi merek yang dinamis dan dapat merangkul berbagai kalangan dengan beragam latar belakang.

"Pergantian nama ini bukan sekadar proses merubah nama dan logo, melainkan juga sebuah transformasi diri menjadi bank yang lebih relevan, merangkul dan dekat kepada masyarakat masa kini melalui pendekatan digitalisasi. Di samping itu, kami juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk semua nasabah kami" lanjut Dyota.

Dengan pergantian ini, maka sudah lima kali nama perusahaan berubah. Bank Net Indonesia Syariah ini sebelumnya bernama Bank Maybank Syariah Indonesia. Perusahaan ini pertama kali dibentuk dengan nama PT Bank Maybank Nusa International, di Jakarta pada 16 September 1994.

Prospektus perusahaan menyebutkan, tahun 1994, pemegang saham bank ini kala itu yakni PT Bank Nusa International 21%, dan Malayan Banking Berhad asal Malaysia 79%.

Tahun 2000, perseroan berganti nama menjadi PT Bank Maybank Indocorp dengan beralihnya kepemilikan saham Bank Nusa Nasional kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), selanjutnya kepada Menteri Keuangan Republik Indonesia lewat PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

Lalu, 10 tahun kemudian, tahun 2010, perseroan kembali berganti nama dari Bank Maybank Indocorp menjadi Bank Maybank Syariah Indonesia seiring dengan pergantian bidang usaha dari bank umum konvensional menjadi bank umum syariah.

Pada tahun 2019 perseroan bertransformasi menjadi PT Bank Net Indonesia Syariah setelah terjadi pengambilalihan 100% saham perseroan oleh PT NTI Global Indonesia dan PT Berkah Anugerah Abadi (BAA). Terakhir, pekan lalu, Bank Net Indonesia Syariah menjadi Bank Aladin Syariah.

Bank Aladin Syariah masih akan melanjutkan pengenalan nama, logo berikut tagline baru dalam acara peluncuran di beberapa bulan ke depan. Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk lebih mendekatkan citra baru perseroan kepada nasabah dan masyarakat.

Adapun dari sisi harga saham, saham Bank Aladin Syariah yang tercatat pertama kali di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BANK pada 1 Februari di harga Rp 103/saham kini harganya sudah melesat 2.705% menjadi Rp 2.890/saham pada perdagangan Jumat pekan lalu (9/4/2021).

Lantas, bagaimana sepak terjang para petinggi bank Bank Aladin ini?

Simak Sepak Terjang 5 Bos Baru Bank Aladin
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading