3 Eks Petinggi OVO Hijrah ke Bank Aladin Syariah, Ada Apa?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
09 April 2021 14:33
Aplikasi

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah eks petinggi OVO (PT Visionet Internasional) layanan transaksi digital yang didirikan Grup Lippo, resmi berlabuh sebagai direktur di jajaran manajemen baru PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK) yang berubah namanya menjadi Bank Aladin Syariah (PT Bank Aladin Syariah Tbk).

Berdasarkan keterangan resmi manajemen BANK, ada tiga eks petinggi OVO yang menjadi direktur dan tengah menunggu hasil fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketiganya yakni Firdila Sari sebagai Direktur Digital Banking, Willy Hambali sebagai Direktur Keuangan dan Strategi, dan Budi Kusmiantoro sebagai Direktur Teknologi Informasi.

Firdila Sari lahir di Malang pada tahun 1985. Menjabat sebagai Direktur Digital Banking Perseroan sejak tahun 2021 berdasarkan RUPSLB 7 April 2021. Memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia.


Pengalaman berkarier sebagai Manager, Product Management-Global Payments & Cash Management (PCM) di PT Bank HSBC Indonesia (2008-2012), Senior Manager, Office of CEO di PT Digital Media Asia (VivaPlus) (2012-2013), Senior Manager, Business Development, Product, & Content Management di PT Digital Vision Nusantara (K-Vision) (2013-2015), dan Head of Product di PT Visionet Internasional (OVO) (2015- 2017).

Bank Aladin Syariah 1Foto: Bank Aladin Syariah 1
Bank Aladin Syariah 1

Lainnya yakni Vice President, Head of Mobile Products di PT Bank Commonwealth (2017-2018), Vice President, Head of Product di PT Visionet Internasional (OVO) (2018-2020) dan Digital Banking Group Head di PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (2020-2021).

Adapun Willy Hambali lahir di Jakarta pada tahun 1981. Menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Strategi Perseroan sejak tahun 2021 berdasarkan RUPS Luar Biasa PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk pada tanggal 07 April 2021.

Bank Aladin Syariah 2Foto: Bank Aladin Syariah 2
Bank Aladin Syariah 2

Memperoleh gelar Master in Business Administration dari Johnson Graduate School of Management, Cornell University. Pengalaman berkarir sebagai Demand Analyst di Singapore Airlines (2006-2007), Fixed income and equity derivatives di Royal Bank of Scotland (2007- 2009), dan sebagai Associate di A.T. Kearney (2011-2013), sebagai Direktur Pengembangan Bisnis di Purwana Group (2013-2015).

Lalu Senior Managing Consultant di MasterCard Advisors (2015-2016), Project Director, Chief Product Officer di PT Visionet Internasional (OVO) (2016-2019), Director of Portfolio Operations di PT Multipolar Tbk (2019), Gojek & Head of Liquidity Gopay (2019 - 2020).

Bank Aladin Syariah 3Foto: Bank Aladin Syariah 3
Bank Aladin Syariah 3

Kemudian, Budi Kusmiantoro lahir di Jakarta pada tahun 1976. Menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi Perseroan sejak tahun 2021 berdasarkan RUPS Luar Biasa PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk pada tanggal 07 April 2021.

Memperoleh gelar Master of Science, San Jose State University, Amerika Serikat. Pengalaman berkarir sebagai Software Engineer di Novell, Inc (2000-2001), Software Engineer III di Symbol Technologies (2001- 2004), dan Team Architect di PayPal (2004-2006).

Lainnya yakni Senior Engineering Manager di Google (2006-2016), Vice President Engineering di Traveloka (2016-2018), Chief Technology Officer di PT Visionet Internasional (OVO) (2018-2019) dan Chief Technology Officer Transport di Traveloka (2019-Januari 2021).

Perubahan nama dan jajaran direksi dan komisaris baru ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Aladin Syariah pada Rabu lalu (7/4/2021).

"Kami melihat Aladin sebagai brand yang memenuhi kriteria ramah di telinga publik, mudah diingat, memiliki asosiasi yang positif namun tidak eksklusif bagi kalangan tertentu saja," kata Dyota Marsudi, Presiden Direktur Bank Aladin Syariah yang baru, dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

"Jika dilihat suku katanya, Aladin memiliki arti yang mendalam. Ala berarti dengan atau di atas. Sedangkan Din berarti way of life atau faith", ujar Dyota

Mantan Senior Executive Director of Investments di Vertex Ventures, Singapura, itu mengatakan, Aladin diharapkan dapat menjadi representasi merek yang dinamis dan dapat merangkul berbagai kalangan dengan beragam latar belakang.

"Pergantian nama ini bukan sekadar proses merubah nama dan logo, melainkan juga sebuah transformasi diri menjadi bank yang lebih relevan, merangkul dan dekat kepada masyarakat masa kini melalui pendekatan digitalisasi. Di samping itu, kami juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk semua nasabah kami" lanjut Dyota.

Dengan pergantian ini, maka sudah dua kali nama perusahaan berubah. Pertama dari PT Bank Maybank Syariah menjadi PT Bank Net Syariah Indonesia.

Bank Aladin Syariah masih akan melanjutkan pengenalan nama, logo berikut tagline baru dalam acara peluncuran di beberapa bulan ke depan. Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk lebih mendekatkan citra baru perseroan kepada nasabah dan masyarakat.

Selain tiga eks petinggi OVO, jajaran pengurus lainnya yakni Nurdiaz Alvin Pattisahusiwa sebagai Presiden Komisaris (Independen). Nurdiaz Alvin sebelumnya berkarier sebagai Senior Fund Manager di PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (1997-2002), Director - Head of Equity di PT BNP Paribas Investment Partner (2002-2011), Investment Director di PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (2012-2017), Chief Investment Officer di PT Mandiri Manajemen Investasi dari Grup Mandiri (September 2017) dan President Director di PT Mandiri Manajemen Investasi (November 2017-Maret 2021).

Kemudian Dyota Marsudi sebagai Presiden Direktur. Sebelumnya dia pengalaman berkarier sebagai Management Consultant di Boston Consulting Group (2011-2017), Co-Founder & COO di Happy5.co (2016-2018), Member of National Digital Transformation Committee di PPN/BAPENAS (2019) dan Senior Executive Director of Investments di Vertex Ventures, Singapura (2018-2021).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading