Bantah Bank Aladin Syariah, Induk Shopee: Belum Ada Diskusi!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 April 2021 16:18
Dok.Sea Group

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen Sea Ltd, induk dari e-commerce Shopee yang berbasis di Singapura mengungkapkan pihaknya belum melakukan diskusi terkait dengan kerja sama strategis dengan PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK), bank yang baru saja mengganti namanya menjadi PT Bank Aladin Syariah Tbk.

"Baik Shopee maupun Sea tidak sedang mengadakan atau melakukan diskusi apa pun terkait kerja sama strategis dengan Bank Aladin," tulis manajemen Sea dalam keterangan resmi yang diterima CNBC Indonesia, Kamis (29/4/2021).

Pernyataan ini seakan membantah statement dari manajemen Bank Aladin Syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ini.


Manajemen BANK dalam suratnya kepada BEI mengakui memang ada pendekatan dengan calon investor strategis, salah satunya potensi masuknya Sea Ltd.

Sebetulnya kabar tersebut pertama kali diembuskan dalam laporan The Straits Times, media asal Singapura, berdasarkan sumber yang mengetahui kabar pasar ini. Sumber tersebut menyebutkan Sea sedang mengincar Bank Aladin Syariah untuk menjadi partner online dari anak usahanya Shopee.

Sea yang tercatat di bursa Wall Street, NYSE (New York Stock Exchange), dengan kode saham SE ini sudah memiliki PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE). Bank ini kini sudah berubah nama menjadi Bank Seabank Indonesia.

Ali Akbar Hutasuhut, Head of Corporate Secretary BANK, mengatakan saat ini perseroan dalam tahap penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis.

"Salah satunya dengan Shopee. Selain itu, pada saat ini perseroan belum memiliki informasi lainnya yang dapat disampaikan untuk keterbukaan informasi," katanya, dalam keterbukaan informasi di BEI, Kamis (29/4/2021).

Namun dia menegaskan hingga saat ini belum ada transaksi, lantaran saat ini perseroan masih dalam tahap penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis.

"Belum ada transaksi, saat ini kami masih dalam tahap penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis. Ruang lingkup kerja sama dapat meliputi, namun tidak terbatas pada penyediaan layanan dan produk perbankan konvensional dan digital bagi calon mitra kami untuk menunjang bisnis calon mitra strategis.," katanya.

"Kerja sama ini dapat meningkatkan bisnis perseroan karena adanya ekosistem calon mitra strategis yang dapat digarap sehingga dapat meningkatkan portofolio kredit dan/atau dana pihak ketiga (DPK) perseroan," jelasnya.

Saat ini BANK memang berencana akan melakukan penambahan modal dengan menerbitkan saham baru atau rights issue dan saat ini perseroan sedang melakukan penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis untuk mengembangkan bisnis perseroan.

Dari pasar modal, saham BANK ditutup naik 3,38% di posisi Rp 3.670.saham dengan nilai transaksi Rp 231 miliar. Harga saham tersebut sudah melesat hingga 3.463% dari harga penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 1 Februari 2021, Rp 103/saham.

Adapun Bank Aladin Syariah dulunya bernama PT Bank Net Indonesia Syariah. Sebelum diakuisisi PT NTI Global Indonesia, dan PT Berkah Anugerah Abadi, bank ini bernama Bank Maybank Syariah Indonesia.

Per Maret 2021, saham perusahaan dipegang Bortoli International Ltd 20,01%, Kasai Universal Inc 6.18%, dan NTI Global Inodnesia 60,55%, sisanya publik 13,26%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading