Amunisi Sudah Siap, BI Tak Takut Dihantam Taper Tantrum

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
25 March 2021 16:21
FILE PHOTO: The logo of Indonesia's central bank, Bank Indonesia, is seen on a window in the bank's lobby in Jakarta, Indonesia, September 22, 2016. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) menekankan Indonesia tidak perlu khawatir bila taper tantrum terulang di tahun ini. Sebab, kondisi Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan pada 2013 silam.

Meskipun ada risiko tapi Bank Indonesia telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi terjadi taper tantrum. Mulai dari intervensi berganda hingga kerjasama dengan beberapa negara.

"Kita sudah siap bahkan sebelum Covid terjadi dan kondisi ini jauh lebih siap. Katakanlah dari taper tantrum saat itu dan jangka panjang, akan ada perbaikan," ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Riza Tyas, Kamis (25/3/2021).


Adapun langkah yang akan ditempuh BI untuk mencegah terjadi taper tantrum adalah:

Pertama, BI memiliki amunisi kuat dan beragam untuk intervensi. Tidak hanya di pasar spot seperti tahun 2013 lalu. BI saat ini memiliki 3 intervensi yaitu di pasar spot, pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), juga intervensi di pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN).

Kedua, BI akan mempererat koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yakni Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ini bertujuan untuk memperkuat Stabilitas Sistem Keuangan dalam negeri agar lebih tangguh.

Ketiga, BI telah memperluas kerjasama internasional dengan beberapa negara. Salah satunya, adalah kerja sama transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung atau local currency settlement (LCS).

"LCS kita punya. 2013 nggak punya. Ini kita sudah lakukan dengan Malaysia, Thailand, Jepang dan saat ini sedang dalam proses dengan China," kata dia.

Langkah antisipasi terakhir adalah BI bersama Pemerintah rutin berkoordinasi dengan negara lainnya melalui berbagai acara seperti forum G20, pertemuan rutin IMF, dan lain-lain.

"Dari pertemuan inilah Indonesia bisa tahu bagaimana respons dari negara lain dalam menghadapi krisis," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading