Analisis

Kacau! Rapor Sahamnya Merah Semua, Ada Apa dengan Unilever?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
10 March 2021 15:25
The logo of the Unilever group is seen at the Miko factory in Saint-Dizier, France, May 4, 2016. REUTERS/Philippe Wojazer/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten sektor barang konsumsi atau consumer goods, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja saham yang jeblok, baik selama sebulan terakhir maupun secara tahun berjalan alias year to date (YTD) sejak Januari tahun ini.

Merahnya harga saham produsen es krim Paddle Pop ini diiringi dengan aksi jual bersih yang ramai-ramai dilakukan investor asing selama sebulan dan sejak awal tahun serta penurunan kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun lalu di tengah pandemi Covid-19.

Adapun pada penutupan sesi I hari ini, Rabu (10/3), saham UNVR menguat 0,76% ke Rp 6.600/saham.


Apabila dilihat secara sebulan, saham emiten dengan 44 brand ini sudah ambles 7,04%, sementara secara YTD sudah jatuh 15,92%.

Lebih lanjut, saham emiten yang melantai di bursa sejak 1982 ini tercatat sudah dilego asing sebesar Rp 3,40 miliar selama sebulan terakhir. Asing juga ramai-ramai menjual UNVR Rp 26,12 miliar secara YTD.

Sebelumnya, UNVR melaporkan laba bersih 2020 tercatat turun 3,11% menjadi Rp 7,16 triliun, dari tahun sebelumnya Rp 7,39 triliun. Penurunan laba bersih ini seiring dengan kenaikan tipis pendapatan saat pandemi Covid-19.

Total penjualan bersih UNVR di 2020 mencapai Rp 42,97 triliun, naik 0,12% dari 2019 yakni Rp 42,92 triliun.

Beban pokok penjualan turun menjadi Rp 20,52 triliun, dari sebelumnya Rp 20,89 triliun.

Bila ditelisik lagi, penjualan dari dalam negeri mencapai Rp 41,16 triliun, naik dari 2019 Rp 40,87 triliun, sementara penjualan ekspor turun menjadi Rp 1,81 triliun dari sebelumnya Rp 2,05 triliun.

Kontribusi penjualan terbesar, yakni kepada pihak berelasi Unilever Asia Private Limited senilai Rp 552,63 miliar, kendati ambruk dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,37 triliun.

Berikutnya, penjualan kepada Unilever (Malaysia) Holdings Sdn Bhd sebesar Rp 320,06 miliar dari sebelumnya nihil, dan kepada Unilever Philippines Inc Rp 245,82 miliar dari sebelumnya Rp 240,22 miliar.

Sebelumnya, manajemen UVR menyatakan pada kuartal kedua, penjualan bersih memang turun, imbas dari kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebab itu, mencermati kondisi penuh tantangan dan perubahan, perseroan fokus kepada tiga hal yaitu melindungi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan karyawan.

NEXT: Apa tekanan UNVR?

Penjualan Ritel Masih Nyungsep
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading