Tumbuh Positif, Pendapatan UNVR Tembus Rp31,9 T di 2025
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menutup 2025 dengan mencatat pertumbuhan yang baik untuk penjualan domestik maupun ekspor. Kinerja ini mencerminkan langkah-langkah tegas yang diambil untuk memperkuat fondasi bisnis dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap mengatakan hasil kinerja sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah dibangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang diterapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas.
"Meskipun lingkungan bisnis akan tetap dinamis, kinerja ini memperkuat keyakinan bahwa kami berada di jalur yang tepat - membangun bisnis yang lebih kompetitif, lebih tangguh, dan lebih siap untuk meraih pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang," jelas Benjie dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).
Untuk diketahui, pada tahun 2025, UNVR berhasil mencatatkan pendapatan bersih mencapai Rp31,9 triliun, meningkat 4,3% secara tahunan. Sementara itu, laba bruto untuk operasi yang masih berjalan sebesar 46,9%, melemah sebesar 60 basis poin dibandingkan tahun lalu dikarenakan biaya transformasi yang lebih tinggi. Di luar biaya transformasi, laba bruto meningkat sebesar 46 basis poin.
Laba sebelum pajak untuk operasi yang masih berjalan meningkat menjadi 14,1%, peningkatan sebesar 183 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya. Di luar biaya transformasi, laba sebelum pajak adalah 16,3%.
Laba bersih dari operasi yang masih berjalan sebesar Rp3,5 triliun, meningkat 21,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Di luar biaya transformasi, laba bersih adalah Rp4,1 triliun.
Mengikutsertakan hasil discontinued operations / operasi yang dihentikan dan dari laba bersih penjualan Es Krim, laba bersih Perseroan adalah sebesar Rp7,6 triliun untuk tahun buku 2025. Free cash flow sebesar Rp4,9 triliun, 1,7x kali lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, dengan utang nol.
Adapun sepanjang 2025, UNVR mendorong pertumbuhan bisnis lewat tiga pilar utama yakni kategori, saluran penjualan, dan biaya, ketiganya memperkuat ambisi untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berorientasi pada kualitas.
1. Kategori: Memperkuat Minat Konsumen terhadap Merek dan Memfokuskan Portofolio
Di 2025, Perseroan terus berfokus membangun minat konsumen secara luas, mengoptimalkan portofolio kami menuju segmen yang tumbuh lebih cepat, dan mempercepat social-first demand creation.
Untuk membangun minat konsumen secara luas, kami terus berinvestasi pada merek-merek kami dengan memperkuat keunggulan merek dan formulasi, mempertajam proposisi merek, meningkatkan pendekatan promosi melalui strategi social-first yang lebih kuat, melakukan penyesuaian harga yang selektif dan strategis untuk menyeimbangkan kesenjangan nilai, melakukan premiumisasi dan membuat kemasan kami menjadi lebih moderen untuk memenangkan pasar, serta berinvestasi dalam hal ketersediaan produk dan visibilitas yang lebih kuat di seluruh saluran.
Dalam agenda transformasi portofolio, kami mencatat kemajuan di segmen dengan pertumbuhan tinggi, dengan kontribusi meningkat dari 8,0% menjadi 9,8%. Divestasi strategis atas bisnis es krim dan teh memungkinkan kami untuk lebih memfokuskan diri pada Power Brands dan kategori yang memiliki potensi jangka panjang lebih besar. Enam belas merek kami - termasuk Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso - mencatat pertumbuhan di 2025, berkontribusi sebesar 75% dari total penjualan dengan pertumbuhan penjualan sebesar 9,1%.
2. Saluran Penjualan: Memperkuat Infrastruktur dan Mempersiapkan Pertumbuhan di Masa Depan
Untuk meraih peluang di sepanjang jalur belanja konsumen yang terus berkembang, Perseroan berinvestasi dalam memperkuat infrastruktur saluran distribusi guna menghadirkan toko-toko yang lebih baik dan lebih banyak, mendukung eksekusi ritel yang lebih baik dan memastikan ketersediaan produk di berbagai kategori. Perseroan juga memperluas kehadirannya di saluran pertumbuhan masa depan, mempercepat upaya di bidang D-Commerce dan Health & Beauty, yang keduanya terus tumbuh secara signifikan dan membentuk perilaku belanja konsumen. Langkah-langkah ini berujung pada keberhasilan bisnis untuk unggul di perdagangan tradisional maupun ekosistem digital yang sedang berkembang.
3. Biaya: Fokus yang Teguh pada Efisiensi dan Penyederhanaan
Sepanjang tahun 2025, Perseroan tetap fokus untuk disiplin terhadap pengurangan biaya, dengan mengintegrasikan produktivitas di seluruh rantai nilai. Upaya ini menghasilkan efisiensi yang mendukung reinvestasi dalam pembangunan merek, inovasi, dan prioritas pertumbuhan strategis - memperkuat margin dan memastikan fondasi keuangan yang lebih tangguh.
Benji memastikan pada 2026, perseroan akan tetap teguh pada pertumbuhan yang didorong oleh kualitas dan volume, bahkan melampaui tren pasar. Meskipun pertumbuhan pada kuartal pertama 2026 diperkirakan akan sementara melambat akibat waktu perayaan Idul Fitri yang lebih awal, yang memindahkan pola belanja konsumen ke kuartal sebelumnya, dampak ini bersifat musiman dan tidak mencerminkan momentum bisnis yang mendasar. Meskipun ada efek secara jangka pendek, Perseroan tetap yakin dengan arah perkembangan dan perbaikan struktural yang telah diimplementasikan sepanjang 2025.
"Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak," tambah Benjie. "Prioritas kami adalah tetap disiplin, terus meningkatkan kinerja merek-merek kami, dan memperkuat cara kami menjalankan strategi di setiap kanal. Prioritas kami adalah untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, dan memberikan nilai nyata bagi masyarakat Indonesia di 2026 dan tahun-tahun mendatang," pungkas Benjie.
(dpu/dpu)[Gambas:Video CNBC]