Ini Saham Juara Jelang Akhir Pekan, tapi Banyak yang ARB

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
05 March 2021 16:50
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi ke zona merah. Menurut data BEI, ada 187 saham naik, 306 saham merosot dan 133 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 16,61 triliun dan volume perdagangan mencapai 30,19 miliar saham.

Investor asing pasar saham keluar dari Indonesia dengan catatan bersih asing mencapai Rp 180,11 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 774,84 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II hari ini (5/3).


Top Gainers

  1. Diamond Citra Propertindo (DADA), saham +33,33% Rp 72, transaksi Rp 41,1 M

  2. Matahari Putra Prima (MPPA), +22,22% Rp 220, transaksi Rp 38,8 M

  3. Bank QNB Indonesia (BKSW), +21,37% Rp318, transaksi Rp 118,1 M

  4. Ginting Jaya Energi (WOWS), +16,67% Rp 70, transaksi Rp 13,6 M

  5. Multipolar (MLPL), +13,83% Rp 107, transaksi Rp 76,0 M

Top Losers

  1. Vale Indonesia (INCO), saham -6,79% Rp 5.150, transaksi Rp 526,8 M

  2. Era Mandiri Cemerlang (IKAN), -6,77% Rp 179, transaksi Rp 58,1 M

  3. Harum Energy (HRUM), -6,64% Rp 5.275, transaksi Rp 154,7 M

  4. Bank Capital Indonesia (BACA), -6,59% Rp 780, transaksi Rp 80,8 M

  5. Bank China Construction Bank Indonesia (MCOR), -6,56% Rp 171, transaksi Rp 71,5 M

DADA berhasil merajai top gainers pada perdagangan hari ini, dengan melesat 33,33% ke Rp 72/saham. Transaksi saham emiten properti ini senilai Rp 41,1 miliar.

Tercatat, salah satu saham bank mini (BUKU II), BKSW, masih berhasil melesat sebagai top gainers, setelah kemarin (4/3) sempat disuspensi bersamaan dengan enam emiten sejenis lainnya.

Sementara itu, INCO kembali terpuruk dan berada di pucuk top losers dengan ambles menyentuh auto rejection bawah (ARB) 6,79% ke Rp 5.150/saham. Nilai transaksi INCO sebesar 526,8 miliar.

Investor asing tercatat ramai-ramai melego saham emiten nikel ini sebesar Rp 69,78 miliar.

Kemarin (4/3/), INCO juga ditutup sebagai top losers dengan anjlok 6,75% ke Rp 5.525/saham dengan catatan transaksi sebesar 264,88 miliar.

Saham nikel lainnya, HRUM juga menghuni top losers pada hari ini, setelah terjun 6,64% ke Rp 5.275/saham. Nilai transaksi emiten miliki taipan Kiki Barki sebesar 154,7 miliar.

Dengan demikian, HRUM sudah terperosok ke zona merah selama enam hari perdagangan berturut-turut. Hal ini membuat kinerja saham HRUM selama seminggu ambles 17,58%.

Tidak hanya dua emiten tersebut, tiga emiten nikel lainnya juga terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Ketiganya, yakni Aneka Tambang (ANTM) yang anjlok 3,97% ke Rp 2.420, Pelat Timah Nusantara (NIKL) merosot 3,12% ke Rp 1.240/saham dan Central Omega Resources (DKFT) turun 1,72% ke Rp 171/saham.

 


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading