Duh Ngenes! Regional Bertumbangan, IHSG Terpangkas 0,5%

Market - Putra, CNBC Indonesia
05 March 2021 15:48
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua kali mencicipi zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan Jumat (5/3/2021). IHSG ditutup terkoreksi 0,51% ke 6.258,75. 

Data perdagangan mencatat, sebanyak 187 saham menguat, 306 tertekan dan 133 lainnya flat. Nilai transaksi bursa masih kecil di angka Rp 16,6 triliun. Investor asing hari ini melakukan aksi jual dengan nilai penjualan bersih (net sell) Rp 183 miliar di pasar reguler.

Asing melakukan pembelian di saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) sebesar Rp 46 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 95 miliar.


Sedangkan jual bersih dilakukan asing di saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang dilego Rp 69 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang dijual Rp 67 miliar.

Pelaku pasar sempat menyambut positif rilis Bank Indonesia (BI) yang melaporkan bahwa cadangan devisa per akhir Februari 2021 sebesar US$ 138,8 miliar. Ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Namun koreksi kembali terjadi karena sentimen negatif global terlampau kuat yakni naiknya imbal hasil (yield) US Treasury.Yieldobligasi tenor 10 tahun ini naik 8,01 basis poin (bp) ke 1,5484%.

Level tersebut merupakan penutupan perdagangan tertinggi di tahun ini, dan sejak Februari 2020 lalu. Pada Kamis pekan lalu,yieldini memang sempat menembus level 1,6%, tetapi setelah itu terpangkas dan mengakhiri perdagangan di 1,515%.

Jika imbal hasil meningkat, maka ekspektasi kupon obligasi di pasar primer pun meningkat yang bakal memicu kenaikan beban pembiayaan bagi emiten obligasi dan menekan kinerja keuangannya. Hal ini memicu aksi jual saham teknologi di Amerika Serikat (AS).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading