Ada Emiten Delisting Sukarela dari Bursa, Investor Harus Apa?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
03 March 2021 15:55
Penandatanganan Akusisi 80% Saham Multistrada oleh Michelin (Foto: ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Lazim dalam dunia perdagangan saham, ada kalanya suatu emiten memutuskan untuk hengkang dari bursa alias penghapusan pencatatan saham secara sukarela (voluntary delisting).

Alasan delisting sukarela tersebut bisa beragam, mulai dari adanya merger sampai akuisisi oleh perusahaan tertentu sehingga pemegang saham baru ingin menjadikan perusahaan yang diakuisisi itu menjadi tertutup (private). Ini berbeda kondisi dengan forced delisting alias delisting paksa akibat pelanggaran dari ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Terbaru, emiten produsen ban, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), berencana akan hengkang secara sukarela dari bursa alias go private usai dicaplok oleh produsen ban asal Prancis Michelin.


Lantas, apa yang bisa dilakukan investor jika ada suatu emiten yang melakukan delisting sukarela?

BEI sebetulnya sudah melakukan suspensi saham MASA di Semua Pasar mulai sesi I perdagangan Efek 2 Maret 2021 sehingga baik di pasar reguler maupun negosiasi ditutup.

Suspensi ini memang dilakukan oleh BEI ketika satu emiten mengajukan delisting secara sukarela guna tetap menjaga pasar saham tetap wajar, transparan dan efisien.

Dengan suspensi ini, maka investor sebaiknya tetap memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan untuk menunggu kabar mengenai tender offer atau tender sukarela.

Apabila mengacu pada sejumlah kasus terdahulu, emiten yang akan delisting akan melakukan pembelian kembali atas saham yang beredar di publik (tender offer) sebelum menghapuskan perdagangan sahamnya (delisting) dari bursa.

Nah, untuk itu mari kita melihat tiga kasus terdahulu, yakni PT Danayasa Arthatama (SCBD), PT Bank Nusantara Parahyangan (BBNP), dan PT Aqua Golden Mississippi Tbk (AQUA) yang sudah lebih dahulu keluar dari BEI dan menjadi perusahaan private.

SCBD

Pada 20 April 2020, perusahaan pengembang dan pengelola kawasan niaga terpadu Sudirman Central Business District, PT Danayasa Arthatama (SCBD), resmi keluar dari bursa setelah otoritas bursa merestui voluntary delisting perusahaan.

Mengikuti aturan BEI, sebelum delisting, SCBD melakukan penawaran tender sukarela untuk saham yang tersebar di publik.

Dalam prospektus yang disampaikan perusahaan waktu itu, jumlah saham perusahaan sasaran yang direncanakan untuk dibeli dalam penawaran tender sukarela tersebut sebanyak-banyaknya 2,12 juta saham atau setara 0,07% saham dari seluruh saham yang dikeluarkan dan disetor penuh.

Harga penawaran yang ditetapkan dalam penawaran tender tersebut sebesar Rp 5.365 per saham.

NEXT: Ada Aqua dari Danone

Dari BBNP, AQUA hingga MASA
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading