Ada 'Duit Lebih' Triliunan, RI Kurangi Jual Surat Utang

Market - Lidya Julita S., CNBC Indonesia
23 February 2021 15:38
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengurangi target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) pada 2021 dengan mengoptimalkan dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 80-100 triliun.

Demikianlah diungkapkan oleh Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman dalam konferensi pers virtual, Selasa, (23/2/2021). Secara neto target penerbitan SBN pada 2021 adalah Rp 1.177,4 T

"Untuk mengurangi tekanan, dan memang karena kita punya kondisi kas yang cukup besar, kita akan gunakan sebagian dari SILPA saat ini range-nya antara Rp 80-100 triliun untuk mengurangi pembiayaan utang kita di 2021, mengurangi target penerbitan SBN," jelas Luky.


Dalam realisasi APBN Kita, SILPA tercatat masih cukup besar, yaitu Rp 120,2 triliun. Besarnya SILPA tak lepas dari kebijakan burden sharing bersama dengan Bank Indonesia (BI) pada tahun lalu. Di mana BI menanggung beban bunga atas pembelian SBN pemerintah.

Menurut Luky hal tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengelola pembiayaan pada 2021. Di samping juga mengoptimalkan peran dari investor dalam negeri melalui penerbitan SBN ritel.

"Kita mengoptimalkan sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih rendah," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading