Kejagung Periksa 4 Saksi Kasus Asabri Hari Ini, Siapa Saja?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
11 February 2021 19:07
Kejaksaan Agung (CNN Indonesia/ Andry Novelino)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung kembali melakukan pemeriksaan kepada para saksi untuk mendalami keterangan mereka terkait kasus korupsi PT Asabri (Persero) yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 23 triliun.

Pada pemeriksaan hari ini, empat orang saksi yang dihadirkan ini sebagian besar terdiri dari kalangan perusahaan manajer investasi (MI). Keempat saksi tersebut antara lain, AI selaku Istri Tersangka IWBS; REZ bin RZ selaku Direktur Utama PT Maybank Aset Manajemen; AAM selaku Direktur PT Asanusa Asset Management dan EH selaku Direktur Utama PT Insight Investment Management

"Pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam siaran pers, Kamis (11/2/2021).

Sehari sebelumnya, Kejaksaan juga memeriksa 9 orang saksi yang mewakili berbagai pemangku kepentingan mulai dari pihak Otoritas Jasa Keuangan, internal Asabri, hingga pihak-pihak lain untuk menggali informasi lebih lanjut.

9 orang yang diperiksa tersebut antara lain, IS selaku Direktur Keuangan PT Eureka Prima Jakarta, Tbk; RM selaku Admin dan Finance/Keuangan PT Bumi Nusa Jaya Abadi milik Benny Tjokrosaputro; IPS selaku kabag Kepatuhan Pengelolaan Investasi DPIV OJK Tahun 2016 - sekarang.

Selanjutnya, HE, Kadiv Investasi/Kadiv Manajemen Portofolio PT Asabri (Persero) periode Agustus 2018 s/d Agustus 2020; BS selaku Kabid Analisis dan Strategi Investasi PT Asabri (Persero) periode Oktober 2018 s/d sekarang; J, Karyawan PT Bumi Nusa Jaya Abadi / Karyawan Beny Tjokrosaputro.

Kejaksaan juga memeriksa saksi MM selaku Karyawan Swasta; JI selaku Sekretaris Benny Tjokrosaputro dan TK selaku Ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti.

Seperti diketahui, Kejagung telah menyita aset berupa 20 unit kapal dan mobil Ferrari milik tersangka kasus Asabri yang dimiliki Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat. Tak hanya milik Heru, Kejagung juga menyita aset tanah milik tersangka Benny Tjokrosaputro. Rinciannya, tanah seluas 194 hektar yang terdiri dari 566 bidang tanah Hak Guna Bangunan (HGB) di Kecamatan Curugbitung, Kecamatan Sajirah dan Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Selanjutnya, penyitaan aset tanah seluas 33 hektar yang terdiri dari 158 (seratus lima puluh delapan) sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di Kecamatan Kalang Anyar, Kecamatan Cibadak, dan Kecamatan Rangkas, Kabupaten Lebak, Banten.




[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading