Ini Alasan Lengkap Garuda Kembalikan 12 Pesawat Bombardier

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 February 2021 14:27
Bombardier CRJ1000/Detik

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memutuskan untuk melakukan pengakhiran kontrak lebih awal (early termination) atas 18 pesawat Bombardier tipe CRJ 1000 kepada dua perusahaan leasing Denmark dan Kanada. Tak hanya itu, Garuda juga telah menghentikan operasional pesawat ini sejak 1 Februari 2021 lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebutkan keputusan ini diambil lantaran operasional pesawat tersebut mengakibatkan kerugian bagi perusahaan sebesar US$ 30 juta per tahun. Belum termasuk biaya sewa pesawat yang senilai US$ 27 juta per tahunnya.

"Jadi memang tidak dapat dipungkiri selama 7 tahun dioperasikan ini setiap tahun secara rata-rata mengalami kerugian penggunaan pesawat CRJ lebih dari US$ 30 juta dolar per tahun. Sedang sewanya US$ 27 juta. Jadi setiap tahun Garuda keluarkan sewa US$ 27 juta untuk 12 dan rugi lebih dari US$ 30 juta," kata Irfan dalam konferensi pers virtual, Rabu (10/2/2021).


Dia menyebutkan dengan mengembalikan pesawat ini, maka dalam beberapa tahun ke depan perusahaan akan menghemat biaya sebesar US$ 220 juta.

Adapun 12 unit pesawat ini dipastikan akan dikembalikan kepada perusahaan Nordic Aviation Capital (NAC). Irfan menyebutkan perusahaan telah berupaya untuk bernegosiasi kepada perusahaan tersebut untuk pengembalian pesawat, namun tidak mendapatkan respon yang baik.

Dia menyebut, kontrak tersebut seharusnya berakhir pada 2027. Dalam kontrak awal disebutkan bahwa jika ingin mengakhiri lebih awal, Garuda harus membayarkan biaya hingga masa kontrak tersebut berakhir.

"Dalam kontrak apabila Garuda melakukan penghentian kontrak, Garuda harus bayar sisa masa kontrak tersebut sesuaI dengan masa bulanan. itu agian nego yang kita lakukan. Mau minta nego dengan harga yang jauh lebih rendah dari itu, tidak ketemu dan permintaan mereka tidak masuk akal, bukannya turun dari nego tapi malah naik setiap nego," kata dia.

Sementara itu, enam armada pesawat lainnya merupakan bagian kontrak dengan Export Development Canada (EDC). Proses nego dengan perusahaan ini disebutkan masih berjalan dan Garuda saat ini masih menunggu respons dari perusahaan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading