Restrukturisasi Polis Jiwasraya Berlanjut, Begini Updatenya

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
09 February 2021 16:37
Puluhan nasabah Jiwasraya yang tergabung dalam Forum Korban Jiwasraya melakukan aksi damai di Kantor Pusat Jiwasraya, Jakarta, Jumat, 11/9. Aksi tersebut dilakukan karena tidak adanya kejelasan mengenai pencairan dana bagi para nasabah korban Jiwasraya Saving Planyang sudah lewat jatuh tempo selama 2 tahun. Sebelumnya, Jiwasraya mengklaim membayarkan tunggakan kepada sebagian nasabah senilai Rp470 miliar pada akhir Maret lalu. Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan pembayaran utang klaim diberikan kepada 15 ribu nasabah pemegang polis tradisional. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tim Percepatan Restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat, hingga 8 Februari 2020 sudah 52% atau 109.091 pemegang polis korporasi menyetujui proses restrukturisasi polis yang ditawarkan perusahaan.

Sedangkan dari pemegang polis Bancassurance, sebanyak 25% atau 4.350 peserta telah bergabung dalam proses tersebut. Sedangkan untuk pemegang polis ritel tercatat sebanyak 10% atau setara dengan 23.848 peserta sejak pertama kali disosialisasikan pada pertengahan Januari 2021.

Koordinator Tim Satgas Restrukturisasi Polis Jiwasraya bidang Komunikasi dan Hukum, R. Mahelan Prabantarikso mengatakan upaya peningkatan jumlah pemegang polis untuk ikut dalam proses restrukturisasi ini dilakukan dengan masifnya upaya sosialisasi yang dilakukan tim internal dan pengertian dari pemegang polis mengenai tujuan restrukturisasi polis Jiwasraya.


Hal ini dilakukan dengan menambah jumlah personel yang bertugas untuk melakukan entry hingga pengolahan data pemegang polis yang masuk.

"Tentu saja capaian ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk bisa lebih masif serta maksimal melakukan sosialisasi dan melayani para pemegang polis. Oleh karena itu kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada para pemegang polis dan seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya," kata dia dalam siaran persnya, Selasa (9/2/2021).

Paralel dengan itu, tim ini juga tengah mempersiapkan kebutuhan fundamental IFG Life, yang nantinya akan menjadi penerima polis hasil restrukturisasi Jiwasraya.

Saat ini sebanyak 1.094 agen dan ratusan pegawai yang tersebar di kantor pusat dan wilayah dikerahkan untuk melakukan sosialisasi program restrukturisasi polis Jiwasraya.

"Upaya ini adalah upaya terbaik yang saat ini dapat kami berikan kepada seluruh pemegang polis. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh pemegang polis," kata Fabiola Sondakh, anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya.

Untuk diketahui, restrukturisasi pemegang polis tersebut, ada tiga tahapan yang dilalui, yakni registrasi, sosialisasi dan closing.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN telah menyiapkan dana mencapai Rp 22 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk mendirikan perusahaan asuransi baru bernama IFG Life.

Tak hanya itu, terdapat tambahan modal senilai Rp 4,7 triliun yang berasal setoran dividen IFG yang nantinya akan diberikan kepada IFG Life. IFG adalah Holding Asuransi BUMN yang sebelumnya dikenal sebagai PT Banana (Persero).

Selain melanjutkan manfaat atas polis eks Jiwasraya yang telah direstrukturisasi, dana tersebut juga akan digunakan oleh IFG Life sebagai modal untuk menyasar bisnis di sektor asuransi kesehatan, jiwa dan pengelolaan dana pensiun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

4 Terdakwa Divonis Bui Seumur Hidup, Ini Reaksi Kejagung


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading