Newsletter

Data Ekonomi Belum Mendukung, IHSG Masih "Deg-deg Plas"

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
01 February 2021 06:43
Presiden Joko Widodo resmi menutup perdagangan bursa tahun 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/12/2017). Perdagangan bursa ditutup menguat pada angka 6,355

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar finansial Indonesia bergerak penuh tekanan sepanjang pekan lalu, dengan koreksi hebat di bursa saham dan penguatan di obligasi. Pada hari ini, volatilitas masih tinggi menyusul minim-nya harapan ada sinyal pemulihan yang terlihat dari rilis dua data indikator perekonomian.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok, kurs rupiah stagnan, sementara harga obligasi pemerintah naik. Kombinasi tiga hal itu menunjukkan bahwa pelaku pasar lagi konservatif dengan melepas aset berisiko tinggi seperti saham dan memburu aset aman seperti Surat Berharga Negara (SBN).


Sepanjang pekan lalu, IHSG rontok 7,05% ke 5.862,352, memperpanjang koreksi beruntunnya menjadi 7 hari sejak Kamis (21/1/2021). Seluruh indeks saham utama Asia juga terkoreksi dalam pekan ini, tetapi koreksi IHSG menjadi yang terparah.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 86,4 triliun, sebanyak 89 miliar saham berpindah tangan 6,7 juta kali. Investor asing mencetak jual bersih (net sell) sebesar Rp 347.9 miliar. Net sell pada Jumat saja (26/1/2021) mencapai Rp 812,15 miliar.

Di sisi lain, harga obligasi pemerintah menguat, yang terlihat dari koreksi imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun, yang menjadi acuan harga di pasar. Surat utang berkode FR0082 tersebut mencetak penurunan yield sebesar 3,4 basis poin (bp) menjadi 6,288%.

Investor memburu aset investasi minim risiko tersebut setelah Indonesia mencetak kasus positif Covid-19 yang mencapai angka psikologis 1 juta sejak Kamis pekan lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum efektif mengatasi pandemi.

Di tengah kondisi itu, rupiah cenderung bergerak menyamping menyusul masuknya arus modal asing ke pasar obligasi pemerintah. Pada 22 Januari 2021, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 980,57 triliun dan naik menjadi Rp 985,38 triliun per 28 Januari 2021.

Pertarungan di GameStop Masih Warnai Pasar AS
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading