Newsletter

Daud & Goliat Duel! Wall Street Kebakaran, IHSG Gimana ?

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
28 January 2021 06:15
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu (27/1/21) terkoreksi 0,50% ke level 6.109,16. Meskipun terkoreksi parah, sejatinya IHSG berhasil memangkas koreksi karena pagi kemarin sempat anjlok ke bawah level 6.000 atau terkoreksi hingga 2,30%.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp109 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 19,5triliun.Tercatat 141 saham apresiasi, 357 terkoreksi, 136 stagnan.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menerima suntikan vaksin Covid-19 untuk dosis kedua di Istana Kepresidenan, kemarin. Berdasarkan pemantauan CNBC Indonesia melalui live streaming Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi yang terlihat mengenakan jaket merah sudah berdiskusi dengan petugas tim vaksinasi.

Setelah berkonsultasi dan melakukan klarifikasi data kesehatan terakhir, Jokowi kemudian bergeser untuk melakukan vaksinasi dosis kedua. Vaksinator Jokowi adalah Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Abdul Muthalib, yang juga vaksinator Jokowi saat melakukan vaksinasi dosis pertama, pada dua pekan sebelumnya.

Selanjutnya, optimisme mengemuka setelah IMF mendongkrak proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini menyusul dimulainya vaksinasi di banyak negara. Lembaga yang di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,5% pada 2021, merefleksikan kenaikan sebesar 0,3 poin persen jika dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang dipatok pada Oktober.

"Kebanyakan sekarang bergantung pada hasil balapan antara virus yang bermutasi dan vaksin untuk mengakhiri pandemi, dan pada kemampuan kebijakan untuk menyediakan dukungan efektif hingga itu terjadi," tutur Ketua IMF Gita Gopinath dalam blog-nya.

Namun terhadap Indonesia, IMF lebih pesimistis. Lembaga yang dipimpin oleh Kristalina Georgieva itu memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun lalu tumbuh -1,5% dalam WEO Oktober 2020. Di WEO Januari 2021, angkanya direvisi ke bawah menjadi -1,9%.

Untuk 2021, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,8%. Ini dikoreksi cukup dalam dibandingkan WEO Oktober 2020 yang sebesar 6,1%.

Selanjutnya, nilai tukar rupiah menguat tipis melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (27/1/2021). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ambrol pagi tadi membuat rupiah masuk ke zona merah, sebelum perlahan berhasil bangkit.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.040/US$, setelahnya sempat melemah 0,18% ke Rp 14.065/US$. Sebelum tengah hari, rupiah berbalik menguat tipis 0,04% ke Rp 14.035/US$ dan bertahan hingga penutupan perdagangan.

Sementara itu, harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada perdagangan Rabu (27/1/21) mayoritas ditutup melemah. Imbal hasil SBN seri FR0082 berjatuh tempo 10 tahun yang merupakan acuanyieldobligasi negara naik 1,1 bps ke level 6,33% hari ini.

Penuh Sentimen Kurang Enak, Wall Street Ambruk
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading