Newsletter

Duh! Biden Bakal Tetap Garang ke China, Piye Iki IHSG?

Market - Putra, CNBC Indonesia
26 January 2021 06:12
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa ditutup di zona merah. Pada perdagangan sesi kedua Senin (25/1/21) hari ini, IHSG tidak kuat berbalik ke zona hijau.

Indeks acuan bursa nasional tersebut ambles 0,77% ke level 6.258,57 setelah sempat merosot parah 2,5% pada awal perdagangan hari ini.


Walaupun ditutup melemah, namun investor asing masih aktif melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 172,52 miliar di semua pasar (pasar reguler Rp 169,92 miliar) dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 16,09 triliun.

Terbaru, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta memutuskan untuk memperpanjang masa pembatasan social berskala besar (PSBB). Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2021 yang diteken Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan per 22 Januari 2021.

"Menetapkan perpanjangan pemberlakuan, jangka waktu dan pembatasan aktivitas luar rumah Pembatasan Sosial Berskala Besar selama 14 hari terhitung sejak tanggal 26 Januari 2021 sampai dengan tanggal 8 Februari 2021," tulis Pergub Nomor 51 Tahun 2021.

Anies meminta kepada semua pihak untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Aturan mengenai protokol kesehatan tertuang dalam Pergub Nomor 3 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang penanggulangan Covid-19.

Sebagai gambaran, PSBB Transisi di DKI Jakarta dimulai pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021. Aturan tersebut mengikuti periode pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan pemerintah pusat. PPKM telah diperpanjang hingga 8 Februari 2021.

Keputusan perpanjangan PPKM tersebut itu disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Tim Riset CNBC Indonesia menilai diperpanjangnya PPKM tentunya dapat menghambat laju pemulihan ekonomi Indonesia yang berdampak negatif ke pasar.

Selanjutnya, nilai tukar rupiah akhirnya menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (25/1/2021), setelah stagnan nyaris sepanjang perdagangan.

Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan mengumumkan kebijakan moneter di pekan ini menjadi fokus utama pelaku pasar.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.020/US$, setelahnya sempat melemah hingga 0,36% ke Rp 14.070/US$. Tetapi tidak lama, rupiah kembali stagnan di Rp 14.020/US$ dan tertahan di level tersebut hingga beberapa saat sebelum pasar ditutup.

Di akhir perdagangan, rupiah berbalik menguat tipis 0,07% ke Rp 14.010/US$ di pasar spot.

Selanjutnya, harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada perdagangan Senin (25/1/21) awal pekan ini mayoritas ditutup menguat, di tengah sentimen pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diperpanjang2 pekan, diikuti perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota.

Mayoritas Surat Berharga Negara (SBN) hari ini ramai dikoleksi oleh investor,yield SBN seri FR0082 berjatuh tempo 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara turun 0,3 bps ke level 6,326% hari ini.

Sempat Lari Kencang, Wall Street Ditutup Variatif
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading