Merger 3 Bank Syariah Pelat Merah Tinggal Tunggu Restu OJK

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
19 January 2021 15:50
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi

Jakarta, CNBC Indonesia - Penyelesaian penggabungan tiga bank syariah pelat merah tinggal menghitung hari, tinggal menunggu terbitnya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Masih sesuai target bahwa penggabungan ini akan rampung pada 1 Februari 2021 mendatang.

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, yang saat ini juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri Syariah (BSM) Hery Gunardi mengatakan izin OJK ini diperkirakan akan bisa didapat pada pekan ini.

Selanjutnya, masih menunggu proses pengesahan nama baru bank hasil penggabungan, yakni PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kementerian Hukum dan HAM.


"Yang kami ingin sampaikan ada beberapa hal yang kami tunggu. Izin merger dari OJK kalau bisa minggu ini. Kemudian pengesahan nama baru BSI ke Kementerian Hukum dan HAM. Lalu termasuk penggunaan logo BSI dan proses lainnya," kata Hery yang juga menjadi direktur utama Bank Syariah Indonesia dalam Webinar Sharia Economic Outlook 2021, Selasa (19/1/2021).

Adapun penggabungan ini melibatkan BSM, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT BNI Syariah (BNIS) dengan BRIS yang akan menjadi bank hasil penggabungan.

Bank ini ke depan ditargetkan bisa memiliki modal inti mencapai di atas Rp 30 triliun atau menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) 4 setidaknya pada 2022.

"Dari sisi permodalan, ada ruang untuk lebih optimal. Bergabungnya tiga bank ini nantinya modal itu akan mencapai Rp 20,4 triliun [Buku 3] cukup besar. Kalau ketentuan OJK itu Rp 30 triliun modal bank BUKU 4, dengan nanti rights issue ada harapan jadi bank BUKU 4 itu bukan keniscayaan, diharapkan di awal 2022 kami perkirakan cita-cita itu bisa dicapai," kata Hery.

Berdasarkan data Kementerian BUMN, BRIS menargetkan pembiayaan bisa mencapai Rp 272 triliun atau sepadan dengan US$ 19,43 miliar (kurs Rp 14. 000/US$) pada 2025 dan pendanaan pada masa itu mencapai Rp 336 triliun atau setara US$ 24 miliar.

Bank Syariah terbesar di Indonesia ini dinilai bakal berdaya saing global dan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global bersandarkan kapitalisasi pasar.

Kementerian BUMN menyebut, gabungan bank syariah BUMN ini akan memiliki kemampuan untuk merambah perusahaan tinggi yang didukung oleh produk syariah baru yang mampu bersaing dengan global dan menjanjikan bisnis anyar.

"Neraca dan kemampuan keuangan yang baik, dengan tumpuan Rp 272 triliun pembiayaan pada 2025 dan pendanaan Rp 336 triliun pada 2025, " tulis dokumen tersebut, dikutip Minggu (20/12/2020).

Berdasarkan data tersebut, memperhitungkan laporan keuangan Juni 2020, gabungan tiga bank syariah BUMN ini akan menghasilkan total aktiva mencapai Rp 214,65 triliun, terdiri dari aset BSM Rp 114,40 triliun, BNI Syariah Rp 50,76 triliun, & BRIS Rp 49,58 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading