8 Kabar Pasar "Hot", Ada Emiten Hary Tanoe hingga Grup Bakrie

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
15 January 2021 08:01
Executive Vice President of The Trump Organization, Donald J. Trump Jr., and Chairman of MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, react during a news conference after pre-launched of the Trump Residences in Jakarta, Indonesia, August 13, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup terkoreksi 0,11% di sesi akhir perdagangan Kamis (14/1/2021).

Data perdagangan mencatat nilai transaksi mencapai Rp 28,2 triliun. Investor asing masih mencatatkan aksi beli bersih senilai hampir Rp 400 miliar di pasar reguler.

Sentimen datang dari eksternal, Presiden AS, Donald Trump, dimakzulkan oleh House of Representative (DPR) AS Rabu kemarin, seminggu sebelum lengser dari jabatannya.


Trump disebut telah melakukan penghasutan ke massa pendukungnya yang berbuntut pada penyerangan gedung parlemen Capitol Hill. Hal tersebut terjadi 6 Januari lalu, setelah demo besar simpatisan Trump di Washington AS.

Ini merupakan kali kedua Trump coba dimakzulkan oleh DPR setelah tahun 2019 lalu, dan menjadi presiden AS pertama yang mengalami hal tersebut.

Untuk memulai lagi perdagangan hari ini Jumat (15/1/2021), ada baiknya disimak sederet kabar emiten yang terjadi kemarin.

1. Anak Usaha BUMI Bakal Private Placement Rp 352 M

Emiten kontraktor tambang Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berencana melakukan penambahan modal dengan skema tanpa hak memesan terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement sebanyak 5,87 miliar saham.

Mengacu prospektus yang disampaikan manajemen DEWA, nantinya private placement ini akan diterbitkan sebagai saham biasa seri B dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 60 per saham. Dengan demikian, dari aksi korporasi ini, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini berpotensi meraih dana sebesar Rp 352,24 miliar atau setara US$ 23,80 juta.

2. PTPP Bidik Kontrak Baru Rp 30 T di 2021, Capex Rp 6,2 T

BUMN konstruksi, PT PP Tbk (PTPP) menargetkan memperoleh nilai kontrak baru senilai Rp 30,1 triliun tahun ini, naik 35% dari realisasi kontrak baru sepanjang 2020 yang senilai Rp 22,26 triliun.

Corporate Secretary PTPP Yuyus Juarsa mengatakan seiring dengan kenaikan target kontrak baru ini, perusahaan juga menaikkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan yang menjadi senilai Rp 6,2 triliun.

3. Kalah Lawan Orang Tua di Merek Pasta Gigi, Unilever Kasasi

Manajemen emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memberikan tanggapan perihal perkara merek pasta gigi dengan perusahaan Orang Tua (Hardwood). Orang Tua, telah melayangkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (7/1/2021) dan kemudian memenangkan gugatan tersebut.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Reski Damayanti menyatakan, terkait proses Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengenai salah satu varian produk perseroan, saat ini perkara tersebut sedang dalam proses hukum kasasi atas putusan sebelumnya yang dijatuhkan pada bulan November 2020 lalu. Proses hukum kasasi saat ini masih berjalan.

Ada Emiten Hary Tanoe dan IKEA Digugat
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading