Vaksinasi Dimulai, Simak Dulu 7 Kabar Pasar Sebelum Trading

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
13 January 2021 08:46
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

4. Ada Kabar Pemilik Shopee Caplok Bank KSE, Jadi Bank Digital?

Sea Limited (Sea Group), perusahaan induk e-commerce Shopee, yang sahamnya tercatat di Bursa New York Stock Exchange (NYSE) dikabarkan masuk menjadi pemegang saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi atau dikenal dengan Bank BKE.

Sebelumnya, pada awal Desember 2020, Sea Group, baru saja mendapatkan lisensi perbankan digital secara penuh oleh otoritas moneter Singapura, bersama dengan konsorsium Grab-Singtel.


Selain Singapura, Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, juga disebutkan menjadi pasar 'panas' bagi bisnis fintech dan perbankan digital.

5. Produksi Batu Bara BUMI Sepanjang 2020 Tembus 83 Juta ton

Sepanjang 2020, emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memproduksi 83-85 juta ton batu bara, atau hampir sama dengan produksi 2019. Sementara untuk tahun ini, BUMI menargetkan produksi batu bara mencapai 85-90 juta ton atau naik sekitar 5,8% dibandingkan 2020.

"Masih belum menerima data pastinya, tetapi saya rasa produksi sepanjang 2020 mencapai sekitar 83-85 juta ton. Sementara tahun ini kami mengupayakan bisa mencapai produksi 85-90 juta ton," kata Director & Corporate Secretary PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava kepada CNBC Indonesia (12/01/2021).

6. Bank Net Syariah IPO Rp 525 M, Bakal Saingan Sama BRIS nih!

PT Bank Net Indonesia Syariah, yang sebelumnya bernama PT Bank Maybank Syariah Indonesia, tengah bersiap menyelesaikan proses penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO).

Bank ini akan melepas 5 miliar saham atau setara dengan kepemilikan 37,90% dari modal disetor setelah penawaran umum saham.

Jika tercatat, Bank Net Syariah akan masuk dalam deretan bank syariah yang sudah tercatat lebih dahulu yakni PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS) dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS).

7. Tak Menguntungkan, Indosat Pastikan akan Lepas Bisnis Satelit

PT Indosat Tbk (ISAT) memastikan ke depannya tak lagi akan memiliki dan mengoperasikan satelit lantaran dinilai sudah tidak lagi memiliki skala ekonomi yang kompetitif bagi bisnis perusahaan.

Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Natasha Nababan mengatakan belum lama ini perusahaan memang telah melepaskan slot orbit satelitnya di 113 derajat BT.

"Ke depannya perusahaan tidak akan lagi memiliki dan mengoperasikan satelit. Karena memang secara skala ekonomi, dulunya perusahaan punya tiga sekarang tinggal satu, itu tidak efisien lagi dan kita tidak bisa memberikan harga yang kompetitif untuk layanan satelit," kata Natasha dalam paparan publik virtual, Selasa (12/1/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading