Baru Listing, Saham Emiten Data Center Ini Meroket 25%

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
06 January 2021 09:45
IPO PT DCI Indonesia Tbk (DCII), 6 Januari 2021/BEI Foto: IPO PT DCI Indonesia Tbk (DCII), 6 Januari 2021/BEI

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan yang bergerak di bisnis data center, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan jadi emiten kedua yang tercatat di tahun ini.

DCII melepas sebanyak 357,56 juta saham baru yang setara dengan 15% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan, dengan harga penawaran sebesar Rp 420 per saham. Dengan IPO ini, perseroan meraih dana sebesar Rp 150,17 miliar. Saham DCII dicatatkan di papan pengembangan.

Saat debut perdana melantai di pasar modal, saham DCII terpantau naik 25% atau 105 poin ke level Rp 525 per saham alias tembus batas atas auto rejection (ARA). Saat ini, nilai kapitalisasi pasar perseroan di BEI sebesar Rp 1,25 triliun dengan price to earnings ratio (PER) sebesar 11,75 kali.

PT Buana Capital Sekuritas bertindak selaku penjamin pelaksana emisi efek.

CEO DCI Indonesia, Toto Sugiri mengatakan, langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO merupakan bagian dari strategi perseroan.

Ia optimistis, prospek bisnis data center yang digeluti perseroan di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sedang melesat, ditambah teknologi cloud yang tumbuh secara eksponensial, yang telah mendorong permintaan terhadap fasilitas data center hyperscale di Indonesia akhir-akhir ini.

"Pasar data center ini diperkirakan memiliki total kapasitas 72,5 MW sampai akhir tahun 2020 dan menurut proyeksi Structure Research akan terus bertumbuh dengan CAGR sebesar 22,3% selama lima tahun ke depan," ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (6/1/2021).

Di kuartal pertama 2021, perseroan akan mengoperasikan empat gedung data center dengan total kapasitas 37 MegaWatt (MW) untuk memenuhi permintaan pasar di Indonesia.

Tidak hanya itu, perseroan, lanjut dia, merupakan data center Tier IV pertama di Asia Tenggara yang mulai beroperasi sejak tahun 2013 dengan uptime availability 100%.

Sementara itu, President Director PT Buana Capital Sekuritas, Benny Setiabrata dari IPO ini, perseroan menerima dana lebih dari Rp 150 miliar yang akan digunakan 80% untuk belanja modal dan sisanya untuk modal kerja.

Saat ini kebutuhan pasar data center di Indonesia terus berkembang. Perseroan berencana akan membangun gedung data center baru di dalam area data center seluas 8,5 hektar dengan total kapasitas listrik sebesar 200 MW.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Goks! Naik 11.000%, Saham DCII jadi yang Termahal di Bursa RI


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading