Ingat! Ada 2 Aksi Korporasi Gede BUMN di 2021, Jangan Kelewat

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 December 2020 08:00
Menteri Badan Usaha Milik Negara RI (BUMN) Erick Thohir dalam acara CNBC Indonesia Award 2020 Indonesia dengan tema Menyongsong Bangkitnya Ekonomi Indonesia 2021. (CNBC

Jakarta, CNBC Indonesia - Tinggal 3 hari perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berakhir tahun ini pada 30 Desember mendatang. Setelah itu pasar saham dalam negeri akan dibuka kembali pada Senin 4 Januari 2021.

Sejauh ini, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai membaik seiring dengan beberapa sentimen, di antaranya proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun depan dengan adanya vaksin Covid-19.

Meski koreksi di Rabu pekan lalu (23/12), tapi secara 6 bulan terakhir, IHSG terbang 23% sehingga mengikis penurunan secara tahun berjalan (year to date/ytd) hanya terkoreksi 4,62% sejak Januari. IHSG ditutup minus 0,24% di posisi 6.008,71, pada perdagangan Rabu lalu jelang libur Natal dan Tahun Baru 2021.


Satu hal yang selalu menjadi sorotan investor saham ialah aksi korporasi perusahaan BUMN di tahun depan. 

Hal ini sebetulnya sudah disinyalkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Ketika itu, pendiri Mahaka Media ini mengungkapkan pada 2021 akan ada dua aksi korporasi terbesar sepanjang sejarah RI.

Erick mengungkapkan hal ini di acara CNBC Indonesia Award 2020 yang digelar di Auditorium Bank Mega, Kamis (10/12/2020).

"Tahun 2021 saya pastikan ada 2 Corporate Action besar," kata Erick yang mendapatkan CNBC Indonesia Award sebagai Most Influential Minister.

"Satu, adalah penggabungan bank syariah," kata Erick.

Penggabungan ini dilakukan dengan memergerkan Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah BNI, dan juga Bank BRISyariah. "Nanti akan ada alternatif pembiayaan terbesar di Indonesia dengan aset Rp 250 triliun," terang Erick.

Sentimen ini disambut pasar. Buktinya, data BEI mencatat saham PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), menjadi saham di urutan pertama top gainers sepanjang tahun ini, dari Januari hingga 23 Desember lalu. Saham BRIS meroket 587,88% di Rp 2.270, dan ditransaksikan mencapai Rp 31,7 triliun.

Erick mengatakan, selama ini perbankan syariah tidak punya tingkat kompetisi yang sangat kuat.

"Alhamdulillah dengan merger bank syariah bisa meningkatkan, memposisikan bank syariah di Indonesia bisa top 10 di antara bank-bank besar yang ada di Indonesia."

"Dan kita menargetkan bank syariah yang dikonsolidasikan ini di tahun 2025 bisa masuk top 10 dunia. Hal ini sebagai alternatif. Sama seperti korporasi, UMKM, kita juga harus bicara syariah."

Dia mengatakan, tujuannya ialah untuk mendukung, memudahkan, modal dari inisiasi dari pengusaha yang akan membuka dan mengembangkan lapangan kerja.

Holding Ultramikro?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading