Ajib! Punya 10 Saham Ini Sejak Januari, Cuan Gilak 500%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
28 December 2020 06:46
Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2020 sebentar lagi berakhir dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mulai membaik seiring dengan beberapa sentimen, di antaranya proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun depan dengan adanya vaksin Covid-19.

IHSG ditutup minus 0,24% di posisi 6.008,71, pada perdagangan Rabu (23/12/2020) jelang libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, nilai transaksi harian mencapai Rp 17,81 triliun, dengan 190 saham naik, 305 saham turun, dan 128 saham stagnan.


Meski koreksi, tapi secara 6 bulan terakhir, IHSG terbang 23% sehingga mengikis penurunan secara tahun berjalan (year to date/ytd) hanya terkoreksi 4,62% sejak Januari.

Tahun depan, JPMorgan Sekuritas Indonesia juga memasang posisi sangat bullish untuk pergerakan IHSG yang diramal bisa tembus ke level 6.800 pada akhir 2021 dengan pertimbangan kondisi ekonomi yang baik, vaksin, dan adanya UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Nah sebagai catatan, sejak Januari hingga Rabu pekan lalu (year to date), ada 10 saham yang mencuat, dengan didominasi emiten perbankan dan farmasi.

10 Top Gainers Saham, Ytd Januari 2020-23 Desember 2020

1. Bank BRISyariah (BRIS), saham +587,88% di Rp 2.270, transaksi Rp 31,7 T

2. Bank BRI Agroniaga (AGRO), saham +422,73% Rp 1.035, transaksi Rp 9,5 T

3. Kimia Farma (KAEF), saham +239,20 Rp 4.240, transaksi Rp 14 T

4. Bank Bukopin (BBKP), saham +200,34% Rp 635, transaksi Rp 12,7 T

5. Semen Baturaja (SMBR), saham +155,68% Rp 1.125, transaksi Rp 5,9 T

6. Merdeka Copper Gold (MDKA), saham +137,38% Rp 2.540, transaksi Rp 36,1 T

7. Antam (ANTM), saham +113,10% Rp 1.790, transaksi Rp 44,3 T

8. Buana Lintas Lautan (BULL), saham +100 Rp 324, transaksi Rp 9,3 T

9. Timah (TINS), saham +80% Rp 1.485, transaksi Rp 9,7 T

10. PP Properti (PPRO), saham +51,47% Rp 103, transaksi Rp 3,9 T

CNBC Indonesia mencatat, sentimen terkuat bagi BRIS yakni merger bank syariah BUMN. Tiga bank syariah BUMN yang dimerger dengan tenggat terlaksana 1 Februari 2021 yakni Bank BRISyariah, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dengan BRIS sebagai entitas penerima dengan nama baru: Bank Syariah Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian BUMN, memperhitungkan laporan keuangan Juni 2020, gabungan tiga bank syariah BUMN ini akan menghasilkan total aset mencapai Rp 214,65 triliun, terdiri dari aset BSM Rp 114,40 miliar, BNI Syariah Rp 50,76 triliun, dan BRIS Rp 49,58 triliun.

Adapun Bank Syariah Indonesia, bank hasil penggabungan tiga bank syariah BUMN tersebut, menargetkan pembiayaan bisa menembus Rp 272 triliun atau setara dengan US$ 19,43 miliar (kurs Rp 14.000/US$) pada 2025 dan pendanaan pada periode itu mencapai Rp 336 triliun atau setara US$ 24 miliar.

"Bank Syariah terbesar di Indonesia yang berdaya saing global dan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar," tulis Kementerian BUMN, dalam dokumen paparan.

Adapun untuk BBKP, salah satu bank yang menjadi incaran investor ialah makin besarnya kehadiran KB Kookmin Bank yang akhirnya menjadi pemegang saham pengendali.

Data laporan kepemilikan BBKP, di Bukopin, pemerintah masih memiliki satu juta lot saham BBKP atau berkisar 3,06%. Untuk pengendali sahan BBKP sudah beralih dari grup Bosowa ke Kookmin Bank Co. Ltd sebagai pengendali baru yang merangkul 67% saham BBKP.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading