Sentimen Pasar

Natal Penuh Keprihatinan, Apa Kabar Pasar Pekan Depan?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
20 December 2020 19:30
A man dressed as Santa Claus sanitizes an autorickshaw in Dharavi, one of Asia's biggest slums, in Mumbai, India, Saturday, Dec. 19, 2020. India's coronavirus cases have crossed 10 million with new infections dipping to their lowest levels in three months, as the country prepares for a massive COVID-19 vaccination in the new year. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari Natal akan jatuh pada pekan depan, 24-25 Desember, sehingga akan mengurangi durasi perdagangan di pasar keuangan Indonesia. Namun bukan berarti investor bisa berleha-leha, karena ada sejumlah sentimen yang patut dicermati.

Sepanjang pekan ini, pasar keuangan Tanah Air bergerak variatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih saja menguat, minggu ini naik 2,8% secara point-to-point.


Namun rupiah mengalami nasib yang berbeda. Di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), mata uang Ibu Pertiwi terdepresiasi tipis 0,07%.

Bagaimana dengan pekan depan? Sentimen apa saja yang perlu dimonitor oleh pelaku pasar?

Pertama dan yang paling utama adalah perkembangan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Wabah virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini rasanya semakin ganas saja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, jumlah pasien positif corona di seluruh negara per 18 Desember 2020 adalah 73.575.204 orang. Bertambah 711.474 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Ini adalah rekor tertinggi penambahan pasien dalam sehari.

Dalam 14 hari terakhir (5-18 Desember 2020), rata-rata pasien positif bertambah 625.350 orang dalam sehari. Melonjak dibandingkan 14 hari sebelumnya yaitu 582.401 orang per hari.

Inggris Perketat Social Distancing
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading