Roundup

IHSG Akhirnya ke 6.000, Simak 9 Kabar Emiten Sebelum Trading

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
15 December 2020 08:18
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 1,25% ke level 6.012,51 pada perdagangan Senin (14/12/20).

Momentum ini juga menjadi kali pertama indeks acuan bursa di dalam negeri ditutup di atas level 6.000 sejak pandemi Covid-19 menyerang.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 51 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 18,8 triliun.

IHSG mampu menghijau setelah ada sentimen dari luar negeri saat otorisasi makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) menyetujui vaksin Pfizer untuk penggunaan darurat.


"Otorisasi FDA untuk penggunaan darurat vaksin Covid-19 pertama merupakan tonggak penting dalam memerangi pandemi dahsyat yang telah mempengaruhi begitu banyak keluarga di AS dan di seluruh dunia," kata komisaris FDA Stephen Hahn dikutip Guardian pada Jumat (11/12/2020).

AS mengikuti negara lain, termasuk Inggris, Kanada, dan Meksiko, yang juga telah mengesahkan vaksin Pfizer-BioNTech untuk penggunaan publik yang lebih luas.

Pemerintah AS berencana untuk mendistribusikan 2,9 juta dosis dalam tempo 24 jam, dan 2,9 juta dosis 21 hari kemudian untuk suntikan kedua. Vaksinasi besar-besaran pertama akan dilakukan pada Senin pagi (14/12/2020) waktu setempat.


Untuk memulai lagi perdagangan hari ini Selasa (15/12/2020), ada baiknya disimak sederet kabar emiten yang terjadi kemarin.

1. Klinik Lab Diagnos Mau IPO di Januari 2021, Catat Jadwalnya!
Perusahaan yang bergerak di bisnis klinik laboratorium, PT Diagnos Laboratorium Utama berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Januari 2021.

Mengacu prospektus yang diterbitkan pada Senin ini (14/12/2020), perseroan berencana melepas sebanyak 250 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Jumlah tersebut setara 20% dari nilai yang ditempatkan dan disetor perseroan.

2. Ngutang Rp 7 T, Pemilik Meikarta Ajukan Proposal Damai

Manajemen PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyebut proses hukum yang sedang dijalankan pengembangan Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) masih berjalan. MSU tengah mempersiapkan proposal perdamaian sesuai, dipastikan proposal tersebut akan menjaga kepentingan semua pihak.

Direktur Lippo Cikarang Yudhistura Rusli mengatakan saat ini MSU sedang melakukan proses hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Sampai saat ini masih berjalan dan MSU sudah menyusun proposal perdamaian sesuai prosedur hukum yang berlaku. Proposal ini akan menjaga kepentingan semua pihak dalam proses ini," kata Yudhistira dalam paparan publik secara virtual, Senin (14/12/2020).

3. Ada Transaksi Nego 4,49 Juta Lot, Bank Jago Dibeli Gopay?

Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil terapresiasi pada perdagangan Selasa (14/12/20), saham perbankan digital ini berhasil melesat kencang hingga 11,87%. Kenaikan ini melanjutkan reli kencang Bank Jago pada Kamis dan Jumat dua pekan lalu dimana pada hari itu masing-masing ARTO berhasil melesat 13,40% dan 22,73%.

Melesatnya harga saham ARTO secara tiba-tiba tentu menimbulkan tanda tanya di kalangan para pelaku pasar. Usut punya usut ternyata kenaikan ARTO disebabkan pada Kamis lalu muncul transaksi besar-besaran di pasar negosiasi.

Data perdagangan mencatat muncul transaksi jumbo di pasar negosiasi yakni transaksi crossing oleh PT Trimegah Sekuritas (LG) dengan jumlah transaksi sebanyak 4,49 juta lot ARTO di harga Rp 1.150/unit. Transaksi ini sendiri sebesar 4,13% dari jumlah saham ARTO yang beredar.

4. Saingan Masuk AS, Ini Jurus Bos Sritex Lawan Tekstil Vietnam

Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex, Iwan Setiawan Lukminto mengungkapkan pandangannya terkait dengan peta persaingan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Asia Tenggara (ASEAN), Asia, dan kompetisi masuk ke pasar Amerika Serikat (AS).

Dia mengatakan TPT Indonesia, termasuk Sritex sebetulnya juga bersaing dengan TPT negara lain untuk masuk ke pasar AS.

"Kita dari dulu sudah bersaing, [tekstil] Indonesia sudah bersaing di ASEAN, dan di tingkat Asia," kata Iwan dalam Webinar bertajuk "Jurus Kemenko Perekonomian dalam Meningkatkan Bisnis dan Investasi Indonesia Melalui UU Cipta Kerja" yang digelar CNBC Indonesia, Senin (14/12/2020).

5. Waduh! Baru Setahun IPO, Emiten Baja Ini Digugat PKPU

Emiten baja yang berbasis di Cikarang, Kabupaten Bekasi, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) tengah digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh salah satu mitranya, PT Naga Bestindo Utama.

Pengajuan PKPU ini dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Kamis (10/12/2020) lalu.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta pusat, perkara ini terdaftar dengan nomor 432/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

6. Sri Mulyani Sebut Saham Pemerintah, Saham ISAT & BBKP Melesat

Harga saham PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) tiba-tiba melesat kencang pada Senin (14/12/2020) setelah Sri Mulyani menyebutkan aset negara atau kepemilikan saham di kedua perusahaan tersebut akan dikelola Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan, kedua saham berhasil melesat kencang. Data perdagangan mencatat BBKP berhasil loncat 7,43% ke level harga Rp 376/unit.

Tidak mau kalah, ISAT berhasil melesat lebih kencang yakni 17,23% ke level harga Rp 3.130/unit.

7. Tambah 3, Ada 6 Saham yang Naik Tinggi & Diawasi Bursa

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan terjadinya peningkatan harga harga saham di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA) atas tiga saham.

Ketiga saham yang harganya naik tak wajar tersebut, antara lain PT Bank Rakyat Agroniaga Tbk (AGRO), PT Simomulyo Selaras Tbk (SDMU), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).

Pada perdagangan Senin, (14/12/2020), harga saham AGRO terpantau naik 3,80% ke level Rp 820 per saham. Dilihat sejak awal tahun, saham AGRO mengalami kenaikan 314%. Sementara itu, SDMU terkoreksi 6,33% atau 5 poin ke level Rp 74 per saham. Sejak awal tahun, saham SDMU terapresiasi 48%.

8. Refinancing Utang, Emiten Sinarmas Rilis Obligasi Rp 3,55 T

Emiten kertas Grup Sinarmas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) hari ini mencatatkan obligasi dengan emisi senilai Rp 3,55 triliun di Bursa Efek Indonesia, Senin, 14 Desember 2020.

Mengacu pengumuman yang disampaikan manajemen INKP di laman keterbukaan informasi, perseroan menerbitkan tiga seri Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2020.

Seri A senilai Rp 504,63 miliar dengan kupon 8,5% dengan tenor 370 hari.

Seri B dengan nilai Rp 2,46 triliun dengan bunga 10% per tahun dan tenor tiga tahun. Serta seri C dengan nilai yang diterbitkan Rp 582,71 miliar dengan bunga yang ditawarkan 11% per tahun dengan tenor lima tahun.

9. Anak Usaha Grup Sinar Mas Dapat Utang Rp 392 M dari SMI

Perusahaan energi dan infrastruktur milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), menandatangani perjanjian fasilitas pembiayaan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, dengan plafon hingga US$ 28 juta atau setara dengan Rp 392 miliar (kurs Rp 14.000/US$).

Informasi ini disampaikan Susan Chandra, Sekretaris Perusahaan DSSA, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (14/12/2020).

"Perseroan meneken perjanjian fasilitas pembiayaan pada 10 Desember lalu dari SMI untuk jangka waktu 4 tahun. Pembiayaan ini dijamin antara lain dengan aset tetap perseroan. Fasilitas ini akan digunakan antara lain untuk pengembangan bisnis grup perseroan," kata Susan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading