IHSG Galau ke 6.000, Ini Dia Deretan Saham Potensi Cuan!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
14 December 2020 08:40
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan lalu pada Jumat (11/12/20) dengan menghijau tipis 0,08% ke level 5.938,32.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 92 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 19,9 triliun.

Dari dalam negeri, kabar kenaikan cukai rokok masih menjadi sentimen negatif dimana pada Jumat lalu di mana saham rokok raksasa seperti Gudang Garam dan Sampoerna masih terkoreksi parah hingga 6%.


Dari pasar global, ada kabar dari bank sentral Eropa yakni ECB yang memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. Otoritas moneter tersebut memutuskan untuk menahan suku bunga acuan operasi refinancing utama, fasilitas pinjaman marjinal dan fasilitas simpanan masing-masing sebesar 0,00%, 0,25% dan -0,50%.

Bank sentral di bawah pimpinan Christine Lagarde juga memutuskan untuk menambah injeksi likuiditas ke sistem keuangan dengan memperbesar nilai pembelian obligasi senilai 500 miliar Euro di tengah maraknya lockdown akibat munculnya gelombang kedua wabah Covid-19.

Stimulus moneter yang digelontorkan oleh ECB tersebut dinilai menjadi berita positif untuk pasar. Namun di tengah kabar baik tersebut terselip kabar yang sejujurnya kurang mengenakkan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada hari Kamis ada "kemungkinan kuat" Inggris dan UE akan gagal mencapai kesepakatan perdagangan. Namun kedua belah pihak berjanji untuk melakukan apa pun yang dia bisa untuk menghindari adanya perpecahan.

Sejumlah sekuritas menilai, sentimen di pasar saat ini memang mixed. Optimisme vaksinasi Covid-19 sudah tak berdampak terlalu signifikan sebagaimana ketika awal-awal terjadi. Investor masih akan cenderung wait and see terutama menanti langkah lanjutan terkait stimulus ronde kedua di AS.

Untuk perdagangan awal pekan ini, Senin (14/12/2020) berikut saham pilihan sejumlah broker:

Samuel Sekuritas Indonesia - IHSG Masih Tertahan

IHSG uji resisten (batas atas) 6.000 dan masih tertahan. IHSG diperkirakan konsolidasi di resisten ini masih akan berlanjut menjelang akhir pekan.

Saham pilihan:

JSMR

MEDC

BBCA

BRIS

Artha Sekuritas - Investor Cermati Kenaikan Kasus Covid-19 di Dalam Negeri

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal pergerakan saat ini masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek. Investor masih menanti perkembangan terkait stimulus Amerika Serikat dan distribusi vaksin di Indonesia. Selain itu perlu diwaspadai peningkatan kasus Covid-19 dari dalam negeri beberapa hari terakhir.

Saham pilihan:

BRIS

AGRO

LPKR

APLN

MNC Sekuritas - IHSG Berpotensi Terkoreksi

Selama IHSG belum mampu menguat di atas 6.004, maka diperkirakan pergerakan IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5.830-5.880 untuk membentuk bagian dari wave [v] dari wave 3.

Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5.775 atau bahkan 5.563, maka IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji area 6.000-6.010. Namun, apabila IHSG turun di bawah 5.563, maka IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave 3 dan akan membentuk wave 4 ke area 5.500-5.650 terlebih dahulu.

Saham pilihan:

AKRA

GGRM

PTBA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading