Janji Siap Ekspansi 2021, Blue Bird Baru Pakai Capex Rp 500 M

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
10 December 2020 18:35
Mobil listrik Blue Bird (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten jasa transportasi PT Blue Bird Tbk (BIRD) masih merencanakan untuk melakukan ekspansi pada paruh kedua tahun depan, setelah rencana ekspansi perusahaan tahun ini tertahan akibat pandemi Covid-19.

Padahal, tahun ini rencananya perusahaan akan menambah ratusan armada berjenis kendaraan listrik alias electronic vehicle (EV).

Direktur Blue Bird Eko Yuliantoro mengatakan ekspansi di tahun ini hanya sempat dilakukan perusahaan pada Januari dan Februari saja, setelahnya ekspansi terpaksa dilakukan secara selektif mengingat kondisi yang terjadi saat ini.


"Mungkin kalau ada penambahan capex [belanja modal] peremajaan terutama akan dilakukan pada semester kedua 2021. Terutama peremajaan kendaraan yang sudah makin berumur dan makin tua," kata Eko dalam paparan public virtual, Kamis (10/12/2020).

Dia menjelaskan, dari dana alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini yang dialokasikan senilai Rp 1,5 triliun, perusahaan hanya mampu menyerap sepertiga dari alokasi tersebut, yakni Rp 500 miliar.

Padahal, tahun lalu perusahaan telah merencanakan ekspansi besar-besaran untuk bisnisnya di tahun ini.

Belum lagi ekspansi yang tertahan, tahun ini juga diperkirakan perusahaan masih akan mengantongi kerugian setelah kinerjanya hingga kuartal ketiga tahun ini mencatatkan rapor merah.

Tahun depan, perusahaan berekspektasi akan mengalami perbaikan bisnis hingga 70% dibanding dengan kondisi sebelum pandemi.

"Dengan pencapaian 70% tersebut Blue Bird akan mencetak laba kembali mulai dari semester kedua, karena kalau kita bicara mulai berarti dan diharapkan mulai semester kedua per bulannya kita bisa mendapatkan laba."

"Tentunya dengan tetap melakukan upaya efisiensi biaya dan sebagainya sehingga diharapkan Blue Bird akan memiliki cost structure yang lebih baik bahkan dibandingkan dengan sebelum pandemi," jelasnya.

Hingga September 2020, emiten pengelola Taksi Blue Bird ini mencatatkan kerugian Rp 157,94 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya untung Rp 229,75 miliar. Sedangkan pendapatan perusahaan turun 47,64% menjadi Rp 1,55 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading