Gegara PPKM, Taksi Blue Bird Masih Rugi Rp 66 M di Q3

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
01 November 2021 09:10
Mobil listrik Blue Bird (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten taksi, PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 66,32 miliar pada periode 9 bulan pertama tahun ini atau per September (Q3-2021).

Jumlah kerugian itu turun 58% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat rugi sebesar Rp 158 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, manajemen BIRD menyampaikan, kerugian ini imbas dari pandemi yang bermula di tahun 2020 dan berlanjut di 2021 yang berimbas ke sektor transportasi akibat dari berkurangnya mobilitas masyarakat.


Pemerintah setidaknya telah menerapkan 2 kali PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yaitu PPKM Mikro di pertengahan Januari dan PPKM Darurat yang dilaksanakan pada Juli 2021.

Ini tercermin dari pendapatan perseroan sampai dengan September 2021 sebesar Rp 1,45 triliun, turun 6,6%. Meski pendapatan turun, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) perseroan naik dari sebelumnya Rp 12,5 miliar menjadi Rp 248 miliar.

Hal ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain, beban langsung yang turun 9,6% atau Rp 125,3 miliar dari kuartal ketiga tahun lalu.

Selain itu, perusahaan melakukan efisiensi di lini pendukung operasi perseroan sehingga beban usaha juga turun Rp 46,2 miliar dibandingkan tahun lalu, sehingga rugi usaha perseroan di September ini membaik menjadi Rp 108 miliar dari sebelumnya Rp 177 miliar.

Sementara itu, lini usaha penjualan mobil bekas eks armada Blue Bird meningkat. Laba atas penjualan aset naik sangat signifikan dari yang sebelumnya mencatat kerugian sebesar Rp5,4 miliar menjadi laba sebesar RP 48,6 milIar di September ini, Hal ini didorong dari peningkatan volume dan juga perbaikan di harga jual per unit.

Direktur Utama Blue Bird, Sigit Djokosoetono mengungkapkan, pembatasan mobilitas masyarakat adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam memerangi pandemi Covid-19 di negeri ini.

"Kami telah belajar banyak dari tahun 2020 dalam menyikapi pembatasan mobilitas masyarakat melalui berbagai program efisiensi untuk mengurangi beban perseroan," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (1/10/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Lagi Drop, Bos Blue Bird Borong Saham Lagi!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading