Kapitalisasi Rp 100 T

Market Cap BCA Melesat, Siap-siap Telkom Susul BRI

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
23 November 2020 11:35
Dok: Telkom

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan lalu melemah 0,4% ke level 5.571,6 dengan total nilai transaksi Rp 12,3 triliun per Jumat (20/11/2020) akhir pekan lalu.

Meskipun turun di Jumat, secara mingguan, IHSG masih menguat 2,03% dengan total nilai transaksi nilai transaksi pekan lalu mencapai Rp 61,2 triliun.

Nilai kapitalisasi 10 saham berkapitalisasi terbesar (big cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengalami peningkatan.


Mengacu data BEI, hingga akhir pekan lalu total kapitalisasi pasar saham-sahamĀ big capĀ mencapai Rp 2.990 triliun, menguat dari posisi sebelumnya Rp 2.928 triliun.

Perkembangan Market Cap Emiten Big Cap (RP T)

No.Emiten20 Nov 2020No.Emiten13 Nov 2020No.Emiten6 Nov 2020
1.Bank Central Asia/BBCA8051.Bank Central Asia/BBCA7801.Bank Central Asia/BBCA769
2.Bank Rakyat Indonesia/BBRI4912.Bank Rakyat Indonesia/BBRI4882.Bank Rakyat Indonesia/BBRI435
3.Telkom/TLKM3193.Unilever/UNVR2963.Unilever/UNVR308
4.Unilever/UNVR2954.Telkom/TLKM2964.Telkom/TLKM280
5.Bank Mandiri/BMRI2915.Bank Mandiri/BMRI2895.Bank Mandiri/BMRI280
6.Astra/ASII2326.Astra/ASII2396.Astra/ASII236
7.Sampoerna/HMSP1777.Sampoerna/HMSP1687.Sampoerna/HMSP168
8.Chandra Asri/TPIA1568.Chandra Asri/TPIA1508.Chandra Asri/TPIA145
9.Indofood CBP/ICBP1189.Indofood CBP/ICBP1139.Indofood CBP/ICBP115
10.Charoen Pokphand/CPIN10610.Charoen Pokphand/CPIN10910.Sinarmas/SMMA105

Sumber: BEI, berdasarkan data harga saham, Jumat (20/11/2020)

Berdasarkan data di atas, hampir seluruh kapitalisasi pasar mengalami penguatan. Hanya 3 saham yang market cap-nya mengalami penurunan.

Pada pekan lalu, posisi pertama masih diduduki oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dengan nilai market cap-nya sebesar Rp 805 triliun, melesat Rp 25 triliun dari pekan sebelumnya dan menjadikan kenaikan tertinggi pada pekan lalu.

Selanjutnya, di posisi kedua masih dipegang oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai market cap-nya sebesar Rp 491 triliun atau naik Rp 3 triliun.

Sementara itu, market cap PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) juga melesat, yakni Rp 23 triliun dari pekan sebelumnya.

Adapun market-cap yang mengalami penurunan terbesar ada di PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang turun Rp 7 triliun menjadi Rp 232 triliun.

Kapitalisasi pasar atau market cap adalah nilai pasar dari sebuah emiten, perkalian antara harga saham dengan jumlah saham beredar di pasar, semakin besar nilai market cap emiten maka pengaruh pergerakannya juga besar terhadap pergerakan IHSG.

Sepanjang pekan lalu, cukup banyak sentimen positif yang datang, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri.

Di dalam negeri, sentimen positif yang datang sepanjang pekan ini adalah terkait rilis data suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) periode Oktober 2020 dan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2020.

Pada Kamis (19/11/2020), BI RDG BI edisi November 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%. Sementara itu, suku bunga Deposit Facility turun menjadi 3% dan suku bunga Lending Facility sekarang di 4,5%.

"Keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan langkah pemulihan ekonomi nasional," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG.

Hal ini tidak diperkirakan oleh mayoritas pelaku pasar. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dan Reuters menghasilkan proyeksi BI 7 Day Reverse Repo Rate tetap di 4%.

Artinya, suku bunga acuan kini berada di di posisi terendah sejak diperkenalkan pada Agustus 2016 menggantikan BI Rate.

Kemudian pada Jumat (20/11/2020), BI mencatat, NPI pada kuartal III-2020 surplus sebesar US$ 2,1 miliar melanjutkan capaian surplus sebesar US$ 9,2 miliar pada triwulan sebelumnya.

Surplus NPI yang berlanjut tersebut didukung oleh surplus transaksi berjalan maupun transaksi modal dan finansial.

Pada kuartal III-2020, transaksi berjalan (current account) mencatat surplus sebesar US$ 1 miliar atau 0,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menjadikan transaksi berjalan Indonesia berhasil mencatatkan surplus setelah selama 9 tahun mengalami defisit.

Surplus transaksi berjalan ditopang oleh surplus neraca barang seiring dengan perbaikan kinerja ekspor di tengah masih tertahannya kegiatan impor sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat.

Selain dari dalam negeri, sentimen positif dari global yang datang yakni kabar positif dari vaksin Covid-19 besutan Moderna, di mana pihak perseroan mengklaim berhasil membentuk antibodi di tubuh orang dewasa pada vaksin tersebut.

Moderna, perusahaan bioteknologi asal AS mengembangkan vaksin untuk Covid-19 dengan platform yang sama dengan vaksin besutan Pfizer dan BioNTech yang menggunakan molekul RNA.

"Kita akan memiliki vaksin yang dapat menghentikan Covid-19," kata Presiden Moderna Stephen Hoge dalam wawancara telepon dengan Reuters.

Analisis sementara Moderna didasarkan pada 95 infeksi di antara peserta uji coba yang menerima vaksin atau plasebo. Hanya lima infeksi terjadi pada sukarelawan yang menerima vaksin mRNA-1273, yang diberikan dalam dua suntikan dengan selang waktu 28 hari.

"Vaksin benar-benar cahaya di ujung terowongan," kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading