Newsletter

Setelah 9 Tahun, Surpluskah Neraca Berjalan Berkat Pandemi?

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
20 November 2020 06:21
Trader James Dresch, center, and specialist Anthony Matesic, right, work on the floor of the New York Stock Exchange, Friday, Jan. 4, 2019. Stocks are jumping at the open on Wall Street Friday as investors welcome news of trade talks between the U.S. and China and a big gain in jobs in the U.S. (AP Photo/Richard Drew) Foto: Wall Street (AP Photo/Richard Drew)

Bursa saham Amerika Serikat (AS) berayun ke jalur hijau pada penutupan perdagangan Kamis (19/11/2020), menyusul kenaikan saham-saham teknologi, setelah sempat dibuka terpelanting hingga 100 poin.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 44,8 poin ( 0,2%) ke 29.483,23 sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,4% ke 3.581,87, sementara Nasdaq tumbuh 0,9% menjadi 11.904,71.

Kabar positif tambahan muncul dari Senat, di mana iompinan majelis rendah Chuck Schumer (senator dar Partai Demokrat) dan pimpinan majelis tinggi Mitch McConnell dari partai Republk menyatakan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan stimulus.


"Sembari menunggu kejelasan vaksin dan tambahan stimulus fiskal, investor benar-benar berupaya menginterpretasikan pengaruhnya dalam waktu dekat," tutur Michael Arone, Kepala Perencana Investasi State Street Global Advisors, kepada CNBC International.

Di tengah kondisi demikian, lanjut dia, saham-saham teknologi pun menjadi tujuan untuk mengamankn posisi. Beberapa saham teknologi tercatat menguat seperti Netflix ( 0,6%), Amazon ( 0,4%), Alphabet ( 1%), Microsoft ( 0,6%), Apple ( 0,5%) dan Facebook ( 0,4%).

Kabar positif vaksin muncul dari AstraZeneca dan University of Oxford yang menyatakan  bahwa vaksin corona besutan mereka aman dan memicu antibodi bagi orang dewasa. Laporan CNBC Analysis menyebutkan bahwa rerata harian infeksi baru Covid-19 d AS pada Rabu mencetak rekor tertinggi baru menjadi 161.165, atau melesat 26% dalam sepekan.

Sebanyak 11,5 juta warga AS terkonfirmasi Covid-19, sehingga mendorong pengetatan aktivitas masyarakat di beberapa wilayah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) AS menyerukan pembatalan rencana perayaan Thanksgiving.

Pada Rabu, Walikota New York Bill de Blasio mengumumkan penutupan sekolah negeri digantikan dengan belajar-dari-rumah sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona jelang musim dingin. Kebijakan ini bakal diikuti pemerintah negara bagian yang lain.

Sejauh ini virus Corona masih menekan perekonomian, sehingga Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 742.000 warganya mengajukan klaim tunjangan pengangguran sepekan lalu, atau lebih buruk dari konsensus analis dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 710.000.

Cermati Sentimen Penggerak Pasar Hari Ini
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading