Internasional

Jepang Siaga Maksimum, Gelombang 3 Corona Menyerang

News - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
19 November 2020 13:20
A man wearing a protective mask to help curb the spread of the coronavirus rides a bicycle past a scarecrow depicting coronavirus displayed at a street Monday, Sept. 28, 2020, in Tokyo. The Japanese capital confirmed more than 70 coronavirus cases on Monday. (AP Photo/Eugene Hoshiko) Foto: Ilustrasi (AP/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengumumkan pada Kamis (19/11/2020) bahwa Jepang berada dalam "kesiagaan darurat" virus corona (Covid-19). Hal ini diutarakan setelah Negeri Sakura itu mengumumkan rekor penambahan kasus tertinggi.

Dilansir dari AFP, pada Rabu (18/11/2020) Jepang mencatatkan penambahan kasus hingga 2.000. Sebanyak 500 kasus terjadi di metropolis Tokyo.




"Kami sekarang dalam situasi siaga maksimum," kata Perdana Menteri Yoshihide Suga kepada wartawan.

"Saya meminta Anda, orang Jepang, untuk menerapkan prinsip sepenuhnya seperti memakai masker."



Media Jepang NHK mengatakan Suga telah meminta penasihat ahli untuk bertemu pada hari Kamis dan Jumat. Pemerintah akan meneliti kembali peningkatan ini sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Suga mengatakan dia akan mendukung bila daerah-daerah di seluruh penjuru Jepang meminta pengetatan mobilitas publik. Pembatasan ini mencakup bisnis untuk tutup lebih awal dan pembatasan pengunjung di restoran.

Ibu kota Tokyo diperkirakan akan menaikkan tingkat kewaspadaannya ke level tertinggi dari skala empat pada hari ini. Tetapi langkah tersebut belum akan disertai dengan pembatasan mobilitas.

Jepang sejauh ini dinilai berhasil dalam menangani Covid-19. Negara pulau itu hanya mencatatkan 121.000 infeksi dan lebih dari 1.900 kematian sejak virus itu pertama kali terdeteksi pada Januari.

Sementara itu, mengutip Nikkei Asia, ini adalah gelombang ke-3 virus corona di negeri itu. Gelombang ke-2 terjadi Agustus lalu dan Jepang menanganinya dengan mengatur kehidupan malam, mulai dari bar dan restoran.

Saat gelombang 2 terjadi, kasus lebih banyak menyerang orang dewasa muda. Rata-rata kasus ringan dan tanpa gejala.

Namun saat ini, lonjakan kasus memengaruhi populasi lebih luas. Hampir setengah kasus baru yang dilaporkan terjadi pada mereka yang di bawah 40 tahun, di kelompok 40 hingga 50 komposisinya sebanyak 28,6% sedangkan 60 ke atas 22%.

Tenaga kesehatan disebut sudah kepayahan karena kasus corona terus naik. Di Tokyo, Osaka, dan Okinawa 25% tempat tidur sudah terpakai untuk pasien corona.

Rumah sakit Universitas Kedokteran dan Gigi Tokyo misalnya memiliki tujuh kasus Covid-19 pada hari Rabu. Dua kasus menggunakan mesin pendukung kehidupan ECMO dan lima kasus dengan ventilator.

"Kasus mulai bangkit tanpa jeda antara gelombang kedua dan ketiga," kata seorang pegawai di rumah sakit itu. "Ketidakpastian dan kelelahan mulai memuncak di antara staf medis."


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading