Refinancing Komodo Bond, WIKA Rilis Obligasi & Sukuk Rp 2 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 November 2020 11:55
Gedung WIKA

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi BUMN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengumumkan rencana penerbitan surat utang senilai Rp 2 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari penerbitan obligasi Rp 1,5 triliun dan sukuk sebesar Rp 500 miliar.

Mengacu prospektus yang diterbitkan perseroan, Kamis (19/11/2020), rencananya dana hasil penerbitan obligasi ini akan dipakai untuk melunasi Komodo Bond perseroan. Sedangkan, dari penerbitan sukuk akan dipakai untuk modal kerja.

Secara rinci, penerbitan obligasi berkelanjutan Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 ini merupakan serangkaian dari PUB (Penawaran Umum Berkelanjutan) I WIKA dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 4 triliun.


Adapun, untuk penerbitan sukuk senilai Rp 500 miliar merupakan serangkaian dari PUB Sukuk Mudharabah I Wijaya Karya dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 1 triliun.

WIKA berencana menerbitkan 3 seri dalam obligasi dan sukuk tersebut namun belum ditetapkan besaran nilai pokok dan tingkat bunganya.

Ketiga seri obligasi dan sukuk tersebut antara lain, Seri A, dengan tenor 3 tahun, Seri B bertenor 5 tahun dan Seri C dengan tenor 7 tahun.

Obligasi tersebut sudah mendapat peringkat Single A atau idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Adapun, untuk penerbitan sukuk telah mendapat hasil pemeringkatan sukuk mudharabah idA (Sy) atau Single A Syariah dari Pefindo.

Emiten bersandi WIKA ini menunjuk PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk mudharabah. Adapun, PT Bank Mega Tbk. ditunjuk sebagai wali amanat.

Masa penawaran awal obligasi dan sukuk WIKA dijadwalkan pada 19 November sampai dengan 1 Desember 2020.

Perkiraan tanggal efektif pada 11 Desember 2020. Masa penawaran dan penjatahan dijadwalkan pada 15 dan 16 Desember 2020. Sementara itu, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 21 Desember 2020 mendatang.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading