Ekspansif! WIKA Geber Proyek di Filipina sampai Kongo

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
30 October 2020 18:20
Gedung WIKA

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten BUMN konstruksi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), terus menggenjot pendapatan dari beberapa proyek di luar negeri.

Namun, di tengah pandemi Covid-19, kontribusi pendapatan WIKA dari proyek luar negeri tahun ini direvisi menjadi 5% saja dari sebelumnya 10%.

Menurut Direktur Utama Wijaya Karya, Agung Budi Waskito, menyebut saat ini ada beberapa proyek di luar negeri yang baru digarap, antara lain proyek konstruksi di Filipina, Taiwan dan Republik Demokratik Kongo (Afrika Tengah) yang nilai proyeknya di atas Rp 2 triliun, WIKA ditunjuk sebagai kontraktor.


Tak hanya itu, beberapa proyek yang sedang dikerjakan perseroan antara lain, proyek rumah sipil di Aljazair yang progresnya sudah mencapai 65%.

"Kita sedang mengerjakan perumahan sipil Aljazair, 8 tower di sana, progres sudah 65%, sisanya 35% akan kita selesaikan sampai awal tahun depan," kata Agung, dalam wawancara khusus dengan CNBC Indonesia, dikutip Jumat (30/10/2020).

Selain itu, WIKA juga dipercaya mendapat proyek renovasi Istana Kepresidenan Nigeria yang progresnya sudah mencapai 65% dan diperkirakan selesai pertengahan 2021.

Sementara itu, untuk proyek-proyek di dalam negeri, saat ini WIKA mendapat penugasan pemerintah membangun beberapa proyek infrastruktur strategis nasional seperti 16 bendungan, jalan tol untuk ruas Serang-Panimbang (Banten), ruas tol Cengkareng-Kunciran.

Lainnya adalah proyek Kereta Cepat, pelabuhan Mempawah, dan PLTU.

Agung mengatakan, pandemi virus corona sempat menyebabkan pengadaan material dan tenaga kerja mengalami hambatan pada saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) periode Maret sampai dengan Juni.

Namun, setelah Juli, sudah kembali stabil dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Saya yakin bahwa infrastruktur jadi sektor yang bisa mempercepat pemulihan ekonomo nasional," ujar mantan Direktur Operasional I WIKA ini.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp 21,3 triliun, direvisi dari target sebelumnya Rp 65 triliun. Saat ini, kontrak baru yang sudah terealisasi mencapai Rp 7 triliun dan mendapat tambahan senilai Rp 3 triliun dari proyek food estate pemerintah.

Perusahaan dengan kode saham WIKA ini juga menargetkan penjualan mencapai Rp 20-23 triliun dengan perolehan laba bersih di kisaran Rp 200 miliar sampai dengan Rp 300 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading