WIKA Lepas Saham Hotel Indonesia, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menyampaikan bahwa entitas usahanya yaitu PT Wijaya Karya Realty akan melepas kepemilikan saham PT Hotel Indonesia Group (HIG) kepada PT Hotel Indonesia Natour sebanyak 1.470 saham atau setara dengan 49%. Penjualan saham tersebut setara dengan Rp 7,8 miliar.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kedua belah pihak telah melakukan penandatanganan perjanjian pengalihan saham bersyarat pada 26 Februari 2026.
Berdasarkan POJK 42/2020, transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi karena terdapat hubungan kepemilikan saham antara WR dengan HIN yaitu Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemegang saham tidak langsung WR melalui Perseroan yang juga merupakan pemegang saham HIN.
"Dengan demikian antara WR dengan HIN terdapat hubungan kepemilikan saham," tulis manajemen, dikutip Senin (9/3/2026).
Manajemen menyebut, rangkaian transaksi tersebut merupakan bagian upaya mengakselerasi industri pariwisata dan perhotelan Indonesia. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menunjuk HIN sebagai pelaksana integrasi dan peningkatan bisnis hotel BUMN.
Hal itu sebagaimana dinyatakan dalam Surat Menteri BUMN Nomor: S-496/MBU/10/2024 tanggal 11 Oktober 2024 tentang aspirasi pemegang saham tentang integrasi dan peningkatan nilai hotel BUMN.
Pertimbangan dan alasan dilakukannya penjualan tersebut adalah sebagai upaya untuk meningkatkan Kinerja keuangan Wika Realty. Dengan adanya aksi korporasi tersebut akan mendorong kenaikan laba, likuiditas dan solvabilitas Wika Realty yang dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan serta mendukung program akselerasi industri pariwisata dan perhotelan Indonesia sehingga akan memberikan reputasi positif sebagai BUMN yang terus berkembang.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]