Ada Anak Usaha Gagal Bayar, Begini Kiprah Grup Indosterling

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 November 2020 12:07
Indosterling.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak pandemi covid-19 di pasar keuangan tampaknya masih terasa. Kasus gagal bayar kembali muncul, kali ini menimpa nasabah PT Indosterling Optima Investa (IOI), salah satu entitas di bawah Grup Indosterling Capital yang dibangun oleh Sean William Hanley.

IOI gagal bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN). Produk investasi ini menjanjikan imbal hasil atau return investasi 9% hingga 12% setiap tahun.

Gagal bayar ini membuat nasabah mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Namun ada juga nasabah yang menempuh jalur pidana dengan mengadukan masalah ini ke Bareskrim Polri.


Lalu banyak yang bertanya siapa sebenarnya Grup Indosterling? Grup usaha ini merupakan perusahaan yang bergerak di jasa keuangan yang 

Selain IOI, grup ini juga punya perusahaan manajer investasi dan start up dibidang teknologi.

Manajer investasi Indosterling adalah PT Indosterling Aset Manajemen (IAM) yang baru beroperasi dengan Pendaftaran dan Pengawasan OJK sejak 30 November 2018.

IAM saat itu menawarkan dua jenis instrumen investasi, yakni Reksa Dana Indosterling Pasar Uang dan Reksa Dana lndoSterling Ekuitas Likuid Plus. Perusahaan juga berencana menerbitkan ETF (exchanged traded fund) atau reksa dana yang bisa diperdagangkan di bursa dan reksa dana berbasis (underlying) obligasi.

Lalu Grup Indosterling juga memilik perusahaan startup teknologi dengan nama PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH). Perusahaan ini baru tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 4 Juni 2020.

William Heanley tercatat sebagai komisaris utama di perusahaan ini, yang engembangkan portofolio dari berbagai teknologi informasi (TI) dan perusahaan digital, serta melayani beragam pasar B2B.

Nilai aset perusahaan ini tercatat mencapai Rp 60,48 miliar. Pada kuartal III-2020, perusahaan ini tercatat membukukan laba bersih Rp 762,89 juta.

Seperti diketahui Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menetapkan Direktur Utama PT Indosterling Optima Investa(IOI), Sean William Henley sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini diduga karena buntut dari kasus gagal bayar atas produk High Yield Promissory Notes (HYPN).

Kuasa hukum William Henley, Hardodi dari HD Law Firm memang membenarkan kliennya ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri Cq Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pada 30 September 2020 lalu.

Informasi ini juga disampaikan di keterbukaan informasi dengan Nomor: S-06953/BEI.PP1/11-2020. Hal ini mengingat William Henley adalah Komisaris dari PT Indosterling Technomedia Tbk(TECH), anak usaha dari PT Indosterling Sarana Investa.

Saat ini, perkembangan proses hukum tersebut telah memasuki tahap penyidikan.

Namun, penetapan tersangka tersebut bukan berarti kliennya telah terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang dilaporkan oleh pelapor.

Sebab, menurutnya, dalam penegakan hukum di Indonesia, ada asas praduga tidak bersalah yang diatur dalam Penjelasan Umum KUHAP butir 3 huruf c dan di dalam pasal 8 Undang-undang Nomor 48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.

HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading