Mata Uang Skandinavia Juara Tahun Ini, kok Bisa?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
12 November 2020 19:30
People board a local bus in central Uppsala,Sweden, Wednesday, Oct. 21, 2020. Uppsala, a university city north of Stockholm, on Tuesday became the first place in Sweden to introduce local restrictions as inhabitants were urged to avoid physical contact and parties and stay away from public transport. (Claudio Bresciani/TT News Agency via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mata uang negara-negara Skandinavia, atau negara-negara di semenanjung bagian utara Eropa, menjadi mata uang terbaik menjelang berakhirnya tahun 2020.

Sepanjang tahun ini, puncak pimpinan mata uang dengan kinerja terbaik beberapa kali mengalami perubahan.

Di awal tahun, mata uang emerging market (negara berkembang) yang mendominasi, rupiah menjadi yang terbaik dengan penguatan lebih dari 2% melawan dolar AS di bulan Januari lalu.


Rupiah saat itu digadang-gadang bakal bersinar di tahun ini.

Tetapi semua berubah saat virus corona menyerang dunia rupiah kini berada di urutan ke 26 mata uang, dengan pelemahan sekitar 2%.

Di bulan Maret aksi jual besar-besaran terjadi di semua aset, mulai dari saham hingga emas, hingga muncul istilah "cash is the king".

Saat itu dolar AS tentunya yang paling berjaya, berserta mata uang yang menyandang status safe haven seperti yen Jepang. Nyaris semua mata uang dibuat jeblok oleh dolar AS dan yen Jepang.

Setelah aksi jual mereda, posisi kembali bergeser, euro melesat ke puncak "klasemen" mata uang. Sebabnya negara-negara di kawasan zona euro sukses meredam penyebaran penyakit akibat virus corona (Covid-19), dan akan memimpin pemulihan ekonomi.

Kini posisi euro sudah melorot ke posisi 4 mata uang terbaik di dunia akibat lonjakan kasus Covid-19 di blok 19 negara tersebut, yang menyebabkan beberapa negara kembali menerapkan kebijakan lockdown.

Pemulihan ekonomi diperkirakan akan terganggu. Bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) juga memberikan indikasi akan menggelontorkan stimulus moneter tambahan, yang membuat kurs euro tertekan.

Posisi euro kini digantikan oleh krona Swedia. Melansir data Refinitiv, krona Swedia sepanjang tahun ini (year-to-date/YtD) membukukan penguatan 7,5% melawan dolar AS, dan berada di level terkuat sejak Juni 2018.

Mata uang negara Skandinavia lainnya, krona Denmark membukukan penguatan 6,1% YtD, dan berada di posisi ketiga.

Ini Penyebab Krona Jadi Juara
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading