29 Orang Meninggal Usai Vaksinasi di Norwegia, Krona Jeblok!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
18 January 2021 15:12
Mata uang norwegia

Jakarta, CNBC Indonesia - Kurs krona Norwegia di awal tahun ini berada di level terkuat lebih dari 2 tahun melawan dolar Amerika Serikat (AS), tetapi belakangan ini malah mengalami kemerosotan. Program vaksinasi yang sudah dimulai di Norwegia justru menimbulkan kecemasan pelaku pasar.

Melansir data Refinitiv, pada Jumat lalu, krona merosot 1,13% melawan dolar AS, dan berlanjut 0,33% hari ini ke 8,5857/US$ pada pukul 13:53 WIB. Pada 8 Januari lalu, krona menyentuh 8,3590 yang merupakan level terkuat sejak 8 November 2018. Jika melihat level terkuat tersebut hingga hari ini, krona sudah merosot 2,4%.

Norwegia memberi peringatan akan resiko vaksin Covid-19. Langkah ini diambil setelah beberapa kematian terjadi kepada beberapa lansia, 80 tahun ke atas, setelah disuntik vaksin.


Pejabat setempat mengatakan 29 orang telah meninggal di negara itu dalam waktu singkat setelah menerima dosis pertama. Menurut Badan Obat Norwegia (NMA) dari kematian tersebut 13 telah diotopsi dengan hasil menunjukkan bahwa efek samping yang umum mungkin telah berkontribusi pada reaksi parah pada orang tua yang lemah.

"Ada 13 kematian yang telah dinilai, dan 16 kematian lainnya yang saat ini sedang dinilai," kata badan tersebut dikutip Senin (18/1/2020).

Semua kematian yang dilaporkan terkait dengan orang tua dengan gangguan dasar yang serius. Kebanyakan mengalami efek samping seperti mual dan muntah, demam, reaksi lokal di tempat suntikan, serta memburuknya kondisi yang mendasarinya.

Bloomberg dan South China Morning Post (SCMP) menulis dalam program vaksinasinya, Norwegia hanya menggunakan vaksin besutan Pfizer BioTech. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru mengingat efek samping vaksin itu mungkin sangat berat bagi pada lansia.

Sementara itu Pfizer BioTech dikatakan sedang bekerja sama dengan pemerintah Norwegia untuk menyelidiki kasus kematian ini. Belum ada komentar lagi dari pembuat vaksin AS dan Jerman itu.

Akibat kejadian tersebut, kurs krona kini mencatat kinerja negatif sepanjang Januari, meski tipis 0,07%. Padahal, di tahun 2020, krona merupakan salah satu mata yang menguat melawan dolar AS. Tercatat penguatannya sebesar 2,28%.

Bank investasi Goldman Sachs pada pertengahan tahun lalu melihat mata uang krona Norwegia (NOK) akan sangat unggul saat dunia menerapkan new normal

Dalam catatan yang dikutip CNBC International, analis Goldman Sachs melihat infrastruktur kesehatan Norwegia dan posisi fiskal yang bagus sebagai dasar saran tersebut.

"Kondisi demografi dan infrastruktur medis domestik [Norwegia] menjadikan negara ini lebih siap menghadapi wabah ketimbang banyak negara lain. [Ditambah lagi] posisi fiskal yang kuat menempatkan [Norwegia] pada keuntungan yang berbeda," tulis analis Goldman, yang dipimpin oleh Co-Head pertukaran mata uang global Goldman, Zach Pandl dan Kamakshya Trivedi, dalam catatan, dilansir CNBC International, Selasa (2/6/2020).

"Saat [negara] lain terpaksa membatasi dukungan kebijakan fiskal atau secara dramatis menambah pinjaman - keduanya berpotensi memicu mata uangnya negatif - Norwegia mampu mengembalikan dana dari investasinya di luar negeri, membantu mendukung ekonomi dan mata uangnya [terapresiasi]," tulis Goldman.

Selain itu, Calvin Tse, ahli strategi Citigroup pada November lalu mengatakan pelaku pasar seharusnya mulai berinvestasi ke krona Norwegia, mata uang yang terkait dengan komoditas. Sebabnya, saat perekonomian bangkit, harga komoditas akan ikut terkerek naik dan tentunya menguntungkan bagi negara-negara pengekspor komoditas, sehingga nilai mata uangnya akan terkerek naik.

Selain itu, menurut Tse, bank sentral Norwegia (Norges Bank) mengambil sikap relatif hawkish ketimbang negara-negara lainnya, termasuk bank sentral AS (The Fed). Selain itu, nilai tukar krona Norwegia juga disebut sangat undervalue.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading