Ini Dia 3 Mata Uang Dunia Paling Juara Kala Pandemi 2020

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 December 2020 18:15
FILE PHOTO: Australian dollars are seen in an illustration photo February 8, 2018. REUTERS/Daniel Munoz/File Photo                       GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2020 tinggal sepekan lagi, tidak seperti biasanya, kali ini menuju pergantian tahun tidak akan ada hingar bingar pesta, tidak akan ada indahnya kembang api. Pemerintah di berbagai negara sudah melarang kerumunan saat pergantian malam tahun baru.

Hal tersebut dilakukan guna meredam penyebaran penyakit akibat virus corona (Covid-19) yang belakangan ini kembali meningkat di berbagai negara.

Berdasarkan data Worldometer, hingga saat ini sudah hampir 80 juta orang terinfeksi virus corona di seluruh dunia, dengan lebih dari 1,7 juta orang meninggal dunia, dan lebih dari 56 juta orang sembuh.


Virus yang berasal dari kota Wuhan provinsi Hubei, China tersebut dinyatakan sebagai pandemi pada bulan Maret lalu. Alhasil, setelahnya pasar finansial global menjadi gejolak. Aksi jual berbagai macam aset mulai dari aset berisiko seperti saham, hingga aset aman (safe haven) seperti emas terjadi secara masif.

Saat itu, muncul istilah "cash is the king", para investor lebih memilih memegang uang tunai ketimbang aset-aset lainnya. Tetapi bukan sembarang uang tunai, hanya dolar AS. Alhasil, nilai tukar dolar AS menguat tajam.

Indeks dolar AS, yang menjadi tolak ukur kekuatan mata uang Paman Sam, pada 20 Maret menyentuh level 102,99 naik 6,85% year-to-date (YtD) , dan berada di level tertinggi sejak Januari 2017.

Maklum saja, demi meredam penyebaran penyakit akibat virus corona (Covid-19), pemerintah di berbagai negara menerapkan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) dan karantina wilayah (lockdown), sehingga roda perekonomian menjadi melambat bahkan nyaris mati suri, dan nyungsep ke jurang resesi.

Terjadi kepanikan di pasar keuangan yang memicu aksi jual aset secara luas, dan semua investasi tertuju ke dolar AS yang dianggap mata uang safe haven dan bisa diterima di mana saja.

Tetapi setelah itu, bank sentral dan pemerintah di berbagai negara bertindak cepat dengan menggelontorkan stimulus moneter dan fiskal guna menanggulangi Covid-19 sekaligus membangkitkan perekonomian.

Alhasil daya tarik dolar AS semakin memudar, dan nilainya terus merosot. Indeks dolar berbalik ambrol hingga menyentuh level 89,822 pada pekan lalu, melemah 6,81% YtD, dan berada di level terendah sejak April 2018.

Mata uang lainnya pun berhasil berbalik melesat. Berikut tiga mata uang yang menjadi juara di tengah pandemi Covid-19.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Krona Swedia Sang Juara

Krona Swedia Terbaik di Dunia
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading